Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Kasus ISPA di Palangka Raya Tembus 11.276

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Kasus ISPA di Palangka Raya Tembus 11.276

Terkini | inews | Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:34
share

PALANGKA RAYA, iNews.id – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meningkat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan mencatat jumlah kasus naik dari 10.233 menjadi 11.276 kasus sejak Juni 2026.

Kabut asap pekat menyelimuti Palangka Raya pada Selasa (20/10/2026). Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak buruk pencemaran udara, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan kasus ISPA tertinggi terjadi pada Agustus 2026 dengan jumlah 3.104 kasus. Sementara itu, selama Oktober 2026, tercatat 1.743 kasus.

"Yang banyak itu di bulan Agustus, yaitu 3.104 kasus. Kalau Oktober sampai kemarin ada 1.743 kasus," ujar Riduan, Selasa (20/10/2026).

Paparan asap karhutla berisiko mengganggu saluran pernapasan. Anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan menjadi kelompok yang rentan mengalami dampak lebih serius.

Untuk mengantisipasi peningkatan keluhan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menyiagakan layanan di 11 puskesmas. Sejumlah puskesmas juga membuka pelayanan selama 24 jam agar masyarakat tetap dapat memperoleh penanganan medis.

Selain itu, sebanyak 43 puskesmas pembantu disiagakan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Dinas Kesehatan juga menyediakan layanan oksigen keliling bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat dampak kabut asap.

Pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Masyarakat yang mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang semakin parah diminta segera mencari pertolongan medis.

Peningkatan kasus ISPA ini menjadi perhatian di tengah karhutla yang masih memicu kabut asap di Palangka Raya. Selain menyiagakan layanan kesehatan, pengendalian kebakaran dan upaya memperbaiki kualitas udara diperlukan untuk menekan risiko kesehatan bagi masyarakat.

Topik Menarik