Rangkap Jabatan Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil: Saya Kerja Setiap Hari
IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Penunjukan tersebut juga menambah tugas Bahlil yang juga rangkap jabatan sebagai Menteri ESDM. Sebab agenda hilirisasi maupun transisi energi memerlukan koordinasi lintas instansi dan pemangku kepentingan.
Bahlil mengaku tidak ada rencana maupun target kinerja dalam 3 bulan. Sebab setiap pekerjaan, baik posisinya sebagai Menko maupun Menteri ESDM, dikerjakan setiap hari.
"Saya selalu bekerja tiap hari, bukan per 3 bulan ya, tiap hari, tiap hari, jadi saya kerja, berpikir, kerja, berpikir, berpikir, kerja. Demikian, terima kasih," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (1/9/2026).
Bahlil mengatakan penugasan baru tersebut merupakan bentuk panggilan pengabdian kepada Indonesia. Dia menegaskan akan menjalankan tugas dengan totalitas, baik sebagai Menko maupun Menteri ESDM.
"Secara kebetulan kami ditugaskan oleh Bapak Presiden untuk mendapat tugas amanah baru. Selain menjadi Menteri ESDM, saya juga merangkap menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi," tutur Bahlil.
"Insyaallah sebagai pembantu Presiden akan berusaha sekuat tenaga dengan totalitas untuk menjalankan tugas ini dengan baik, baik sebagai Menko maupun sebagai Menteri ESDM," katanya.
Menurut Bahlil, pembentukan posisi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi berkaitan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu serta dinamika ekonomi global yang mendorong kebutuhan terhadap energi bersih.
Dia mengatakan Presiden Prabowo memandang program hilirisasi dan transisi energi perlu dikoordinasikan secara lebih komprehensif. Terlebih, agenda tersebut juga berkaitan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement.
"Maka Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement," katanya.
Bahlil menekankan hilirisasi dan transisi energi tidak bisa dijalankan secara parsial. Menurutnya, pelaksanaan kedua agenda tersebut harus dilakukan secara komprehensif dan terukur dengan target yang jelas.
"Maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial, tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden," kata dia.
(kunthi fahmar sandy)








