Penghuni Lapas 80 Persen Tahanan Narkotika, Jadi Penyebab Over Capacity
IDXChannel - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengungkapkan hampir 80 persen penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) merupakan tahanan kasus narkotika.
Suyudi mengatakan bahwa kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam upaya mengatasi persoalan lapas yang mengalami over capacity. Hal itu disampaikan Suyudi usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
“Ya nanti kita akan rapatkan dulu dengan kementerian terkait, kita akan merumuskan seperti apa. Karena kita tahu bahwa di lapas ini kan sudah over capacity dan juga sebagian besar hampir 80 persen itu adalah tahanan narkotika,” kata Suyudi.
Menurutnya, pemerintah akan melakukan rapat koordinasi lebih mendalam terkait penanganan pengguna maupun narapidana kasus narkotika yang telah ditahan tetapi masih membutuhkan rehabilitasi.
“Ya tadi seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri Hukum, nanti kita akan melakukan rapat koordinasi yang lebih mendalam terkait dengan upaya rehabilitasi khususnya kaitannya dengan penanganan para pengguna atau narapidana yang terkait kasus narkotika yang telah ditangani dan telah ditahan," katanya.
"Kemudian, tapi tetap berkebutuhan untuk dilakukan rehabilitasi. Kira-kira seperti itu,” lanjutnya.
Suyudi mengatakan langkah tersebut dilakukan agar para narapidana yang membutuhkan rehabilitasi tetap dapat dijangkau oleh negara.
“Tentunya ini bagaimana negara menyikapi ini, sehingga para narapidana yang memang berkebutuhan untuk direhabilitasi tetap dapat kita jangkau,” katanya.
Saat ditanya mengenai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait persoalan over capacity lapas, Suyudi mengatakan belum ada arahan khusus.
“Belum. Nanti akan dibahas secara khusus oleh kita,” ujarnya.
Dia juga menyebut BNN belum menetapkan usulan terkait langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi persoalan tersebut karena masih akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kementerian terkait. “Belum, nanti masih kita bahas di rapat koordinasi,” katanya.
Selain persoalan over capacity lapas, Suyudi mengungkapkan Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap persoalan etomidate yang berkaitan dengan narkotika cair.
“Itu juga menjadi perhatian Bapak Presiden terkait dengan narkotika cair. Itu juga nanti akan dibahas secara khusus kembali. Walaupun di bawah Kemenko PMK sudah melakukan rapat koordinasi, tapi kita akan terus menjajaki ini sehingga nanti seperti apa regulasinya,” kata Suyudi.
(Nur Ichsan Yuniarto)










