Bunga Rupiah dan Dolar AS Naik, Bank Woori Saudara (SDRA) Buka Peluang Optimalkan Dana
IDXChannel - Perubahan tingkat suku bunga simpanan mendorong nasabah untuk kembali mencermati penempatan dana, baik dalam rupiah maupun dolar Amerika Serikat (USD).
Faktor seperti kebutuhan likuiditas, jangka waktu penggunaan, serta mata uang yang dibutuhkan menjadi pertimbangan dalam menentukan instrumen simpanan.
Kenaikan suku bunga dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pemilik dana yang belum digunakan dalam waktu dekat.
Namun, tingkat bunga bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan karena pilihan simpanan juga perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kebutuhan penggunaan dana.
Simpanan rupiah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan finansial domestik dan tujuan jangka pendek hingga menengah.
Sementara itu, simpanan USD dapat menjadi salah satu pilihan bagi nasabah yang memiliki kebutuhan dalam valuta asing, seperti pendidikan, perjalanan, transaksi bisnis, atau kebutuhan lainnya.
Malaysia-Brunei Sepakat Mekanisme ASEAN Atasi Asap, DPR Dorong Kemlu Perkuat Diplomasi Berbasis Data
Penempatan dana dalam dua mata uang juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah. Salah satu produk yang tersedia di PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) adalah Program Boost, yang ditujukan bagi nasabah dengan penempatan fresh fund.
Program tersebut tersedia dalam beberapa tier berdasarkan nilai penempatan dana. BWS Boost menawarkan Equivalent Annualized Total Benefit hingga 5,50 persen per tahun, BWS Boost+ hingga 6,00 persen per tahun, dan BWS Boost Premier hingga 6,25 persen per tahun, dengan penempatan fresh fund mulai dari Rp50 juta.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis menilai kenaikan suku bunga simpanan dalam IDR dan USD dapat menjadi momentum bagi nasabah untuk mengevaluasi kembali penempatan dana yang belum digunakan dalam waktu dekat.
“Penyesuaian suku bunga memberikan ruang bagi nasabah untuk mengoptimalkan dana. Namun, keputusan penempatan tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, dan jangka waktu penggunaan dana,” kata Abdul Azis.
Menurut Abdul Azis, simpanan rupiah dapat dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan finansial domestik dan tujuan jangka pendek hingga menengah.
Sementara itu, penempatan dalam USD lebih relevan bagi nasabah yang memiliki rencana pendidikan, perjalanan, transaksi bisnis, atau kebutuhan lain dalam mata uang asing.
Ia menambahkan, pilihan penempatan dalam dua mata uang juga dapat digunakan sebagai bagian dari strategi diversifikasi.
“Penempatan dalam dolar AS idealnya didasarkan pada kebutuhan yang jelas. Apabila nasabah memiliki kebutuhan dalam USD pada masa mendatang, penempatan dana dalam mata uang yang sama dapat membantu mengurangi risiko akibat perubahan kurs,” imbuh dia.
Abdul Azis juga mengingatkan nasabah agar tidak hanya mempertimbangkan tingkat bunga.
“Bunga yang lebih menarik tentu dapat menjadi nilai tambah. Namun, produk yang tepat adalah produk yang manfaat dan ketentuannya sesuai dengan rencana keuangan nasabah,” ujar Abdul Azis. (Aldo Fernando)









