AS-Iran Lanjutkan Pembicaraan usai Trump Tolak Proposal Awal

AS-Iran Lanjutkan Pembicaraan usai Trump Tolak Proposal Awal

Terkini | idxchannel | Selasa, 29 September 2026 - 09:44
share

IDXChannel - Amerika Serikat (AS) dan Iran melanjutkan pembicaraan tak langsung melalui mediator pekan ini.

Menurut sejumlah sumber, pembicaraan lanjutan ini berfokus pada revisi proposal pembukaan Selat Hormuz dalam tujuh hari yang diajukan Iran pekan di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu.

Dilansir dari Rappler pada Selasa (29/9/2026), AS dan Iran sebelumnya dua kali menyetujui gencatan senjata pada April dan Juni. Namun, keduanya kolaps tak lama setelah disepakati.

Perang dimulai pada akhir Februari, dipicu serangan besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran. Konflik ini mengguncang pasar energi global, terutama karena terganggunya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dan rusaknya sejumlah infrastruktur migas di Teluk.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang tetap berada di New York setelah menghadiri Sidang Umum, mengatakan Iran masih menunggu tanggapan resmi AS terhadap proposal gencatan senjata terbarunya.

 “Jika Amerika mengklaim mereka mencari kesepakatan atau solusi damai, kami telah menyampaikan solusi itu,” kata Araqchi.

Proposal Iran mencakup berakhirnya pertempuran di Iran dan Lebanon, pencairan aset Iran senilai miliaran dolar, berakhirnya sanksi terhadap minyak Iran, dan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran.

Iran kemudian akan mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kedua pihak juga akan melanjutkan pembicaraan tentang program nuklir Iran.

Akhir pekan lalu, Trump mengatakan bahwa ia menolak proposal Iran. Ia mengklaim Iran menginginkan kesepakatan cepat karena tekanan ekonomi hebat yang dialaminya. Namun, ia juga menginstruksikan para negosiator AS untuk melakukan pembicaraan lanjutan minggu ini.

Araghchi mengatakan bahwa para mediator belum secara resmi menyampaikan penolakan AS, dan bahwa Iran sedang menunggu posisi pasti Washington sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

“Syarat kami jelas, dan setiap langkah menuju pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya syarat-syarat ini,” kata Araghchi. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik