Sinar Mas Jadi Pengendali KETR Lewat VTO, Ambil Alih 35 Persen Saham Rp520 Miliar
IDXChannel - PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS) yang terafiliasi dengan Sinar Mas resmi menjadi pemegang saham pengendali PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR). Sinar Mas akan menggantikan Joy Wahjudi sebagai pemilik emiten infrastruktur serat optik laut dan darat tersebut.
IMBS resmi menuntaskan proses Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer/VTO) dengan menyerap sebanyak 994.442 saham KETR. Jumlah tersebut mewakili 35 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.
Dengan aksi korporasi tersebut, maka terjadi pengambilalihan pengendalian dari PT Bahtera Bintang Nusantara (BBN) yang mengendalikan KETR melalui PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara (FSMN). Hal ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9/POJK.04/2018.
PT Inti Mas Bangun Sejahtera merupakan perusahaan yang berkedudukan di Jalan Cikini Raya No. 12-14, Menteng, Jakarta Pusat. Perusahaan ini terafiliasi dengan Sinar Mas Group.
"Tidak terdapat hubungan afiliasi antara BBN yang merupakan pengendali lama perseroan secara tidak langsung melalui FSMN dengan pengendali baru, yaitu IMBS," kata Sekretaris Perusahaan PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Henry Rizard Rumopa dikutip Selasa (29/9/2026).
IMBS sebelumnya menuntaskan transaksi pembelian saham KETR di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Penjual dan pembeli sama-sama menggunakan broker Trimegah Sekuritas (LG) dengan nilai transaksi Rp520 miliar pada harga rata-rata Rp523 per saham.
Harga saham KETR terus menguat dalam beberapa waktu terakhir. Dalam tiga bulan, kenaikan harga sahamnya telah mencapai lebih dari 90 persen ke level Rp1.005.
Analis Sucor Sekuritas, Niko Pandowo sebelumnya menyebut, akuisisi ini merupakan strategi Sinar Mas melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) untuk memperkuat portofolio di sektor telekomunikasi dan teknologi. Langkah ini sejalan dengan upaya perseroan untuk meninggalkan bisnis batu bara.
"Melalui langkah ini, DSSA berupaya melakukan integrasi vertikal di sepanjang rantai nilai infrastruktur telekomunikasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas laba dan menghasilkan arus kas yang lebih tangguh dan berulang," katanya dalam riset yang diterbitkan pada pertengahan Juni 2026.
(Rahmat Fiansyah)









