Prabowo Bentuk Tim Khusus untuk Hitung Anggaran Kuliah Gratis di PTN

Prabowo Bentuk Tim Khusus untuk Hitung Anggaran Kuliah Gratis di PTN

Terkini | idxchannel | Rabu, 23 September 2026 - 21:50
share

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto membentuk tim khusus untuk mengkaji lebih mendalam rencana menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN). 

Tim itu akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. 

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). 

"Bapak Presiden juga menginstruksikan untuk dilakukan telaah lebih dalam lagi. Dibentuk tim khusus yang dipimpin Pak Menko PMK untuk men-breakdown lagi hitungan-hitungan," kata Brian. 

Selain Pratikno dan Brian, tim khusus itu akan melibatkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dan kementerian/lembaga terkait lainnya. 

Tim khusus ini diharapkan dapat menuntaskan kajian mengenai anggaran dan tahapan pelaksanaan kuliah gratis dalam waktu dua pekan hingga sebulan ke depan. Nantinya, tim khusus tersebut akan melaporkan hasil kajiannya kepada Prabowo. 

"Nantinya kita akan melaporkan kembali kepada Bapak Presiden, dipimpin oleh Pak Menko, untuk menetapkan bagaimana langkah-langkah dan tahapan-tahapannya, sehingga keinginan dan arahan Bapak Presiden untuk menggratiskan perguruan tinggi negeri ini dapat dilakukan," ujar dia. 

Brian mengatakan, Kemendiktisaintek telah melakukan kajian dan perhitungan awal untuk melaksanakan program kuliah gratis. Kajian itu mencakup analisis biaya uang kuliah tunggal (UKT), iuran pengembangan institusi (IPI), dan komponen lainnya yang selama ini menjadi pendapatan kampus untuk menyelenggarakan perkuliahan. 

Bahkan, Kemendiktisaintek telah memiliki data biaya yang dibutuhkan tiap mahasiswa di masing-masing program studi. Namun, berbagai opsi dan kajian itu perlu didiskusikan dan dikaji kembali dengan mempertimbangkan ruang fiskal pada APBN. 

"Harapannya, tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan. Namun, tentu kita akan melalui tahapan-tahapan, tidak langsung," kata dia.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik