Harga Emas Dunia Melemah 4 Pekan Beruntun

Harga Emas Dunia Melemah 4 Pekan Beruntun

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 28 Juni 2026 - 11:30
share

IDXChannel - Harga emas menguat pada Jumat (26/6/2026) lalu seiring pelemahan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) sedikit mereda menyusul rilis data inflasi.

Namun, harga emas mencatat penurunan mingguan selama empat pekan berturut-turut.

Harga emas spot naik 1,53 persen menjadi USD4.088,38 per troy ons.

Dolar AS melemah dari level tertinggi terbarunya setelah data indeks inflasi yang menjadi acuan utama bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dirilis pada Kamis.

Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS melonjak 4,1 persen dalam 12 bulan hingga Mei, sesuai dengan perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada September berada di sekitar 59 persen, turun dibandingkan ekspektasi sebelumnya sebesar 64 persen, berdasarkan alat FedWatch milik CME Group.

"Emas mengalami pemulihan moderat setelah mendapat tekanan jual pada awal pekan ini," kata analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff, dikutip Reuters.

Kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih ketat mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Kondisi tersebut biasanya mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan meningkatkan keuntungan dari aset berbasis bunga.

Harga emas spot sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh bulan pada awal pekan ini. Sepanjang pekan, harga emas tercatat turun 1,61 persen.

TD Securities dalam catatannya menyebutkan bahwa mengingat hubungan terbalik emas dengan kenaikan harga minyak maupun penguatan dolar AS, berlanjutnya penguatan pasar energi dapat memberikan tekanan tambahan terhadap logam mulia tersebut dalam beberapa bulan mendatang.

Di India, harga emas mulai diperdagangkan dengan premi pada pekan ini untuk pertama kalinya dalam satu setengah bulan terakhir setelah koreksi harga mendorong pembelian. Sementara itu, permintaan di China, konsumen emas terbesar dunia, masih lesu. (Aldo Fernando)

Topik Menarik