Sederet Saham Bank dan Konglo Ini Bebani IHSG Sepekan

Sederet Saham Bank dan Konglo Ini Bebani IHSG Sepekan

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 28 Juni 2026 - 09:58
share

IDXChannel - Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap) menjadi pemberat utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan sepekan.

Saham sektor perbankan dan emiten milik grup konglomerasi mencatatkan penurunan signifikan sehingga menekan pergerakan indeks.

IHSG ditutup melemah pada perdagangan Jumat (26/6/2026) seiring tekanan dari koreksi bursa global.

Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir di level 5.896,13 atau turun 1,72 persen. Dalam sepekan, IHSG terkoreksi tajam 4,55 persen.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi pemberat terbesar terhadap IHSG sepanjang pekan ini. Saham BMRI tercatat turun 7,42 persen ke Rp3.990 per unit dan memberikan tekanan sebesar 25,04 poin terhadap indeks.

Selain BMRI, saham Grup Bakrie-Salim PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga menjadi salah satu penekan utama. Saham BRMS melemah 24,55 persen dalam sepekan menjadi Rp498 per unit dan berkontribusi negatif sebesar 24,31 poin terhadap IHSG.

Tekanan juga datang dari saham konglomerat lain, terutama PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Saham perusahaan tambang yang terafiliasi dengan Grup Salim tersebut terkoreksi 12,57 persen dan mengurangi IHSG sebesar 14,58 poin.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turut membebani indeks. Saham milik grup Barito besutan Prajogo Pangestu tersebut turun 10,19 persen sepanjang pekan dan memberikan tekanan 14,02 poin terhadap IHSG.

Selain itu, saham Prajogo lainnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), melemah 13,82 persen dengan kontribusi negatif 13,22 poin. Sementara saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga masuk daftar pemberat dengan koreksi 16,38 persen dan menekan IHSG sebesar 12,37 poin.

Dari sektor perbankan lainnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,98 persen dan berkontribusi negatif 11,71 poin terhadap IHSG. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga terkoreksi 9,54 persen dengan tekanan 11,33 poin.

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat penurunan 3,88 persen dan memberikan kontribusi negatif 10,44 poin. Sementara saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melemah 18,93 persen dengan tekanan 9,69 poin terhadap IHSG.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut sentimen negatif pada Jumat lalu berasal dari pelemahan bursa Asia dan Eropa akibat tekanan jual pada saham teknologi. Tekanan tersebut muncul seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kenaikan biaya infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Koreksi saham teknologi global turut menekan harga komoditas logam, sehingga berdampak pada saham-saham terkait di pasar domestik. Meski demikian, nilai tukar rupiah berhasil menguat 0,04 persen ke level Rp17.918 per USD pada perdagangan Jumat.

Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level rata-rata pergerakan (moving average/MA) 5 hari, 10 hari, dan 20 hari. Sementara itu, histogram positif MACD mulai melemah dan indikator Stochastic RSI memasuki area pivot.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji level 5.700-5.800 pada pekan depan. Investor akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik, termasuk indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, serta inflasi. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik