Dukung Kelancaran Ibadah Haji 2026, BRI Sediakan 152,49 Juta Riyal untuk Living Cost Jamaah

Dukung Kelancaran Ibadah Haji 2026, BRI Sediakan 152,49 Juta Riyal untuk Living Cost Jamaah

Terkini | idxchannel | Jum'at, 10 April 2026 - 08:24
share

IDXChannel — Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) turut mengambil peran aktif melalui penyediaan layanan keuangan bagi jamaah haji. 

Sejalan dengan komitmen tersebut, BRI kembali dipercaya sebagai penyedia banknotes Saudi Arabian Riyal (SAR) yang dapat digunakan untuk kebutuhan biaya hidup (living cost) bagi jamaah haji Indonesia. Pada 2026, total nilai penyediaan banknotes SAR yang disediakan BRI mencapai 152.490.000 riyal.

Penunjukan ini menjadi kali kesepuluh bagi BRI dalam menjalankan peran strategis tersebut.

Sebagai bentuk realisasi kerja sama tersebut, BRI bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Haji dan Umrah melakukan penandatanganan berita acara serah terima banknotes SAR di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin, Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi & Keuangan BPKH Amri Yusuf serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi.

Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin menegaskan, kepercayaan pemerintah yang kembali diberikan kepada BRI tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menghadirkan layanan keuangan yang andal, aman, dan cepat, khususnya dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.

“Dengan dukungan jaringan kerja BRI yang tersebar luas di seluruh Indonesia, pendistribusian banknotes SAR diharapkan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Hal ini sekaligus menegaskan kapabilitas BRI sebagai bank dengan infrastruktur dan jangkauan layanan yang komprehensif dalam memenuhi kebutuhan jamaah haji,” ujar Farida.

Di sisi lain, kata Farida, peran ini juga menjadi bagian penting dari sinergi BRI dengan pemerintah dalam memastikan seluruh kebutuhan jamaah dapat terpenuhi secara optimal selama berada di Tanah Suci.

Kepercayaan ini semakin relevan seiring posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, sehingga menuntut kesiapan layanan yang tidak hanya mencakup aspek ibadah, tetapi juga tata kelola, perlindungan jamaah, hingga kualitas layanan secara menyeluruh.

Dalam sambutannya, Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi & Keuangan BPKH Amri Yusuf menyampaikan apresiasinya terhadap BRI dan Kementerian Haji dan Umrah RI yang mendukung kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini. 

“Kami akan terus berkolaborasi dan sinergi mencari solusi inovatif untuk menurunkan biaya haji tanpa sedikit pun mengorbankan kualitas penyelenggaraan haji dan pelayanan kepada jamaah,” ujar Amri Yusuf.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi juga mengungkapkan apresiasi kepada BRI yang telah ditunjuk menjadi penyedia banknotes. 

“Dengan pengalaman BRI dalam penyediaan banknotes untuk living cost sebelumnya, kami percaya amanah besar ini dapat terlaksana dengan baik. Living cost bukan sekadar bekal materi untuk kebutuhan harian jamaah, melainkan instrumen penting yang memberikan rasa tenang bagi jamaah selama berada di Tanah Suci,” katanya.

Pemerintah saat ini tengah memfokuskan penguatan pada empat program strategis sebagai fondasi perbaikan layanan haji secara berkelanjutan, yakni penurunan biaya haji, penataan kebijakan daftar tunggu, penguatan ekspor produk Indonesia untuk kebutuhan haji, serta pembangunan Kampung Haji Indonesia sebagai pusat layanan jamaah di Arab Saudi.

BRI pun menyediakan layanan penukaran banknotes SAR tambahan melalui gerai Money Changer BRI di seluruh embarkasi bagi jamaah yang membutuhkan Tambahan Banknotes SAR untuk kebutuhan selama di Tanah Suci. 

Sebagai bagian dari pelaksanaan tersebut, pendistribusian living cost kepada sebanyak 203.320 calon jamaah haji akan dilaksanakan sebelum keberangkatan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April hingga akhir Mei 2026. 

Distribusi dilakukan melalui 22 embarkasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Aceh, Medan, Padang, Batam, Palembang, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Majalengka, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Lombok, Makassar, Gorontalo, hingga Maluku. Adapun setiap jamaah akan menerima hak sebesar SAR 750 dalam denominasi SAR 500 sebanyak 1 lembar, SAR 100 sebanyak 2 lembar, dan SAR 50 sebanyak 1 lembar.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik