Iran Ancam AS, Negosiasi Damai Akan Buntu jika Lebanon Terus Diserang
TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan sukses atau tidaknya perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik secara permanen bergantung pada komitmennya dalam menaati gencatan senjata.
AS dan Iran akan menggelar perundingan damai Jumat (10/4/2026), di Islamabad, dimediasi oleh Pakistan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menegaskan negosiasi sangat bergantung pada komitmen AS untuk memenuhi kewajiban gencatan senjata di semua front, termasuk Lebanon.
"Pelaksanaan negosiasi untuk mengakhiri perang bergantung pada komitmen AS terhadap kewajiban gencatan senjata di semua lini, khususnya Lebanon," bunyi pernyataan Kemlu Iran, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyampaikan peringatan keras, menuduh AS melanggar komitmen, bahkan sebelum dimulainya negosiasi di Pakistan.
"Sayangnya, AS telah melakukan agresi militer terhadap Iran pada dua kesempatan selama negosiasi nuklir. Kali ini pun, mereka bertindak melanggar komitmen, padahal jalur diplomatik dan diskusi belum dimulai," kata Araghchi, dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud.
Dalam pernayataan terpisah, Araghchi menegaskan pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz hanya mungkin terwujud jika AS mematuhi kewajibannya terhadap gencatan senjata.
Pelayaran kapal yang aman melalui jalur perairan penting bagi pasokan energi dunia tersebut dimungkinkan jika AS bisa memaksa Israel menghentikan serangan terhadap Lebanon.
Dia juga menegaskan kendali penuh Iran atas Selat Hormuz di bawah pengawasan angkatan bersenjatanya.










