Andry Hakim Tercatat Sebagai Pemegang Saham RMKO-SOTS
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan data pemegang saham (shareholders) dengan kepemilikan saham sedikitnya 1 persen. Ketentuan ini mengubah aturan sebelumnya di mana kepemilikan saham yang diungkap kepada publik hanya di atas 5 persen.
Sejumlah nama baru bermunculan. Salah satunya investor individu sekaligus pemengaruh (influencer) saham, Andry Hakim. Pria berusia 36 tahun tersebut tercatat sebagai investor sejunmlah emiten. Salah satunya PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Selasa (3/3/2026).
Di CBRE, Andry memiliki 228 juta saham atau setara 5,02 persen dari total saham yang beredar. Dengan harga saham CBRE saat ini Rp820, maka nilai investasi saham milik Andry sekitar Rp186,8 miliar.
Nama Andry pada saham CBRE sudah terungkap sejak lama karena porsinya di atas 5 persen. Namun, namanya akhirnya muncul di saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS).
Di RMKO, Andry Hakim memiliki 30 juta saham emiten kontraktor pertambangan tersebut. Jumlah itu setara dengan 2,4 persen dari total saham beredar. Sementara nilai portofolionya di RMKO sebesar Rp21,75 miliar.
Andry menggenggam 39,6 juta saham SOTS atau 3,96 persen dari total saham beredar atau setara Rp36 miliar. Kepemilikan Andry di SOTS masih di bawah sejumlah nama investor individu lain seperti Vonny Kristiani dan Jon Fieris.
Selain tiga saham di atas, nama Andry juga sempat muncul sebagai pemegang saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten properti milik taipan Hermanto Tanoko. Andry memiliki 9,47 juta saham RISE.
Andry selama ini dikenal sebagai investor yang menanamkan modal di saham-saham konglo. Salah satu saham konglo multibagger yang dimilikinya adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) milik Agung Sedayu Group.
Namun, sejak akhir 2025, Andry mengaku telah mengubah gaya berinvestasi dengan melakukan diversifikasi ke saham-saham blue chip yang memberikan dividen. Namun, dia tetap menyisakan sebagian modalnya untuk membeli saham konglo demi mencari capital gain.
"Jadi sekarang saya sudah mulai main aman. Sebagian saya taruh di blue chip buat anchor, jangkarnya. Jadi kalau ada ombak, kapal saya enggak bergerak karena kapal saya sudah ada jangkarnya di blue chip. Buat cari uang yang banyaknya, saya carinya di saham-saham konglo ini," katanya dalam podcast The Fundamentals IDX Channel, beberapa waktu lalu.
Dalam beberapa kesempatan, Andry memang mengungkapkan, dirinya memiliki saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Dia pernah memperlihatkan dirinya mengantongi dividen interim Rp3 miliar dari kepemilikan 30 juta saham BMRI atau sekitar Rp150 miliar.
Dia mengaku menetapkan strategi yang fleksibel dalam berinvestasi. Jika saham blue chip murah, dia akan membelinya. Begitu juga jika saham konglo berjatuhan, dia akan agresif mengakumulasinya.
(Rahmat Fiansyah)










