5 Pria Ditangkap atas Dugaan Hendak Ledakkan Pangkalan AS di Inggris, Dicap Teroris

5 Pria Ditangkap atas Dugaan Hendak Ledakkan Pangkalan AS di Inggris, Dicap Teroris

Global | sindonews | Senin, 28 September 2026 - 07:37
share

Kepolisian Inggris menyatakan bahwa lima pria telah ditangkap pada Minggu dini hari di dekat pangkalan udara yang digunakan oleh Amerika Serikat (AS) selama perang melawan Iran. Kelima pria itu kini ditahan atas tuduhan mempersiapkan serangan teroris, yakni diduga hendak meledakkan pangkalan tersebut.

Kepolisian Metropolitan London, yang memimpin penanganan potensi aktivitas terorisme, menyatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa polisi menerima panggilan pada pukul 00.45 dini hari terkait tiga kendaraan mencurigakan yang tampak bergerak menuju pangkalan udara tersebut.

Baca Juga: Lagi, Iran Rampas Drone Selam Canggih AS di Selat Hormuz

Kelima pria tersebut awalnya ditangkap atas dugaan melakukan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Bahan Peledak (Explosives Act) di wilayah Whelford, yang berbatasan langsung dengan RAF Fairford—pangkalan yang menjadi markas bagi 501st Combat Support Wing dan 420th Air Base Squadron milik Angkatan Udara AS.

RAF Fairford sebenarnya merupakan pangkalan udara milik Inggris, namun dioperasikan oleh AS berdasarkan perjanjian yang telah ada sejak era Perang Dingin. Lantaran operatornya militer AS, maka pangkalan itu dikenal sebagai pangkalan AS.

RAF Fairford telah digunakan oleh pasukan Amerika untuk serangan yang sangat terbatas selama perang melawan Iran. Setelah dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari, pemerintah Inggris mengizinkan militer Amerika menggunakan pangkalan Fairford untuk menyerang situs-situs rudal Iran. Iran menyatakan bahwa pesawat pengebom yang terbang dari pangkalan tersebut telah digunakan untuk melakukan serangan di luar cakupan tugas awal.

Polisi Metropolitan London tidak memberikan rincian mengenai kewarganegaraan lima pria yang ditangkap.

"Kami berada pada tahap awal penyelidikan, dan lima pria masih dalam tahanan," kata Vicki Evans, wakil asisten komisaris Kepolisian Metropolitan London, yang dikutip AP, Senin (28/9/2026).

"Sebagaimana yang dapat Anda bayangkan, kami bekerja sama erat dengan mitra kami untuk memahami situasi terkait insiden ini," ujar Evans.

Evans mengatakan bahwa garis pembatas sejauh 400 meter telah dipasang di sekitar tiga kendaraan yang menimbulkan kecurigaan sementara pihak militer melakukan pemeriksaan. Sebagai langkah pencegahan, sekitar 85 rumah tangga telah dievakuasi selama pemeriksaan berlangsung.Rekaman udara dari Sky News memperlihatkan sebuah robot penjinak bom bergerak di antara tiga truk berwarna putih. Pintu belakang dua kendaraan tersebut terbuka dan terlihat benda-benda besar berwarna hitam berserakan di sekitarnya. Robot itu tampak sedang berupaya menjangkau truk ketiga.

Kepolisian Gloucestershire menyatakan bahwa situasi tersebut tampaknya sudah terkendali.

Seorang juru bicara Angkatan Udara AS mengatakan personel AS dan Inggris tetap waspada dan akan mengambil tindakan yang tepat untuk menjamin keselamatan semua orang di pangkalan tersebut.

"Demi alasan keamanan operasional, kami tidak akan membahas langkah-langkah spesifik perlindungan pasukan," kata juru bicara tersebut.

"Kami terus mengevaluasi berbagai faktor yang menentukan langkah apa yang kami terapkan atau ubah untuk melindungi instalasi, personel, dan keluarga mereka."Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait ancaman dari negara-negara yang memusuhi Inggris; Rusia dan Iran termasuk di antara negara yang menggunakan pihak perantara (proxy) untuk melakukan kejahatan atas nama mereka di wilayah Inggris.

Pada bulan Maret, para pejabat menyatakan bahwa jumlah kasus keamanan nasional yang melibatkan aktivitas negara-negara yang memusuhi Inggris—termasuk Iran—meningkat sebesar 50 dalam kurun waktu enam bulan hingga Desember 2025.

Para penghuni sejumlah rumah di Whelford telah dipindahkan ke pusat rekreasi terdekat.

Julian Tudsbery, yang telah tinggal di Whelford selama 30 tahun, mengatakan bahwa seorang warga telah melaporkan adanya tiga mobil van mencurigakan di desa tersebut pada dini hari Minggu.

"Ada beberapa polisi, tiga mobil polisi di jalan masuk, dan mereka bilang Anda harus mengungsi, ada insiden besar, namun mereka mengatakan tidak bisa memberikan rincian lebih lanjut," ujarnya. Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menyampaikan terima kasih kepada tim darurat dan tim spesialis yang merespons insiden tersebut.

"Kita bisa merasa tenang karena situasi ini sedang ditangani," ujarnya.

Kantor Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan bahwa dia terus menerima informasi terkini mengenai situasi tersebut.

Topik Menarik