Tingkat Partisipasi Pemilih Israel Tertinggi Sejak 1977, Publik Lelah terhadap Netanyahu

Tingkat Partisipasi Pemilih Israel Tertinggi Sejak 1977, Publik Lelah terhadap Netanyahu

Global | sindonews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:04
share

Seorang pejabat mengatakan kepada Al Jazeera bahwa hingga tengah hari waktu setempat di Israel—lima jam pertama pemungutan suara—tingkat partisipasi pemilih telah melampaui 31 persen. Menurut pejabat tersebut, angka ini merupakan yang tertinggi untuk periode waktu yang sama dalam pemilihan umum mana pun sejak tahun 1977.

Yossi Mekelberg, rekan konsultan senior di Program Timur Tengah dan Afrika Utara Chatham House, menyatakan tanda-tanda awal menunjukkan tingginya partisipasi dalam pemilihan umum Israel, dengan banyaknya kaum muda yang turut memberikan suara.

Mekelberg, yang saat ini berada di Israel, mengatakan hasil jajak pendapat saat keluar dari tempat pemungutan suara (exit poll) akan dirilis setelah tempat pemungutan suara ditutup, namun ia menambahkan, “Pemungutan suara yang sesungguhnya sedang berlangsung saat ini.”

Merujuk pada Netanyahu, ia mengatakan tingginya partisipasi pemilih bisa mencerminkan “kelelahan terhadap Bibi” (Bibi fatigue), yang mungkin akan diterjemahkan menjadi suara bagi partai-partai yang berada di sisi kiri maupun sisi kanan dari posisi perdana menteri saat ini. Bibi merupakan panggilan publik Israel terhadap Netanyahu.

Mekelberg menggambarkan pemilihan umum ini sebagai yang paling menentukan dalam beberapa waktu terakhir.

Dia menambahkan pemungutan suara ini merupakan kesempatan bagi Israel untuk memperbaiki hubungannya dengan dunia internasional.

Baca juga: Profil Alvin Tedjo, Imigran Asal Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada

Topik Menarik