Polisi Gagalkan Upaya Penusukan Pemimpin Oposisi Israel Yair Golan di Tel Aviv saat Pemilu
Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan polisi Israel menangkap seorang pria yang membawa pisau besar pada hari Selasa (27/10/2026). Saat itu pria tersebut mendekati politisi oposisi Yair Golan saat kegiatan kampanye di Tel Aviv—tindakan yang diduga sebagai upaya penusukan.
Partai Demokrat, yang dipimpin Golan, menyatakan dalam keterangan bahwa insiden tersebut terjadi saat kegiatan mobilisasi pemilih di Railway Park, Tel Aviv.
Menurut partai tersebut, seorang pria tak dikenal yang mengenakan jaket mendekati Golan dengan cara yang mengancam, sebelum akhirnya dihentikan tim pengawalnya.
Saat para pengawal mendekatinya, sebilah pisau besar terjatuh dari pakaian pria tersebut. Tim keamanan pun segera melumpuhkannya dan menghubungi polisi.
Surat kabar itu melaporkan polisi kemudian menangkap tersangka tersebut.Partai Demokrat menyatakan tim keamanan Golan berhasil mencegah pria itu melancarkan aksinya, dan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen mengenai niat tersangka, dan pihak kepolisian belum merilis rincian lebih lanjut terkait penyelidikan kasus ini.
Golan menyebut hasutan politik sebagai penyebab di balik insiden tersebut. "Hasutan dan kekerasan tidak akan menyurutkan langkah kami," ujarnya, seraya mengimbau warga Israel untuk menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan umum hari Selasa ini.
Insiden ini terjadi di tengah berlangsungnya pemilihan umum Israel untuk memperebutkan kursi di Knesset (parlemen) yang berjumlah 120 kursi. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan kepala militer Gadi Eisenkot memimpin kubu politik utama yang saling bersaing.
Belum ada satu pun kubu yang dipastikan mampu meraih 61 kursi yang dibutuhkan untuk mencapai mayoritas parlemen, sehingga membuka kemungkinan adanya negosiasi koalisi setelah pemungutan suara selesai.
Baca juga: Profil Alvin Tedjo, Imigran Asal Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada





