Serangan Militer Israel Terus Berlanjut di Hebron Tepi Barat, Ribuan Orang Mengungsi

Serangan Militer Israel Terus Berlanjut di Hebron Tepi Barat, Ribuan Orang Mengungsi

Global | sindonews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:33
share

Militer Israel melanjutkan serangan skala besar di kota Hebron, Tepi Barat, untuk hari kelima berturut-turut pada Selasa (27/10/2026). Serangan itu memaksa hampir 5.000 warga Palestina meninggalkan rumah mereka.

Pemerintah kota Hebron menyatakan 4.969 warga Palestina dari 780 keluarga telah dipaksa mengungsi dari wilayah Deir Bahha dan Al-Jilda sejak kampanye militer Israel dimulai pada hari Jumat.

Di antara mereka yang mengungsi terdapat 336 bayi, 441 lansia, 216 wanita hamil dan menyusui, 44 penyandang disabilitas, serta 312 orang yang menderita penyakit kronis, menurut pernyataan tersebut.

Pemerintah kota menyebutkan angka-angka ini mencatat jumlah keluarga yang dipaksa keluar dari rumah mereka sejak dimulainya kampanye Israel, di tengah meningkatnya dampak kemanusiaan—terutama bagi mereka yang membutuhkan perawatan khusus.

Militer Israel telah menutup seluruh akses masuk ke Hebron dan desa-desa sekitarnya sejak hari Jumat, menyusul satu serangan penembakan yang menewaskan dua tentara Israel.Rekaman Anadolu memperlihatkan warga Palestina dihentikan, digeledah, dan diperlakukan dengan buruk oleh pasukan Israel di pos pemeriksaan militer dekat Bundaran Al-Jilda.

Para saksi mata mengatakan bala bantuan militer tambahan juga tiba di Ein Deir Baha, tempat pasukan Israel telah mengambil alih sejumlah bangunan milik warga Palestina dan mengubahnya menjadi pos militer.

Menurut Palestinian Prisoner Society (Lembaga Tahanan Palestina), militer Israel telah menangkap 85 warga Palestina di seluruh wilayah kegubernuran Hebron sejak hari Jumat.

Di bagian lain Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel menangkap setidaknya sembilan warga Palestina dalam serangkaian penggerebekan militer dan menutup semua akses utama menuju Ramallah.

Di wilayah utara Tepi Barat, menurut sumber lokal, pasukan Israel menggerebek kawasan timur Jenin serta kota Meithalun, Jaba, dan Qabatiya, dengan menangkap setidaknya enam warga Palestina.Seorang pria Palestina ditahan dalam penggerebekan di Aqraba, sebelah tenggara Nablus, sementara pasukan Israel menyerbu kawasan Al-Hawouz di bagian selatan Qaffin, wilayah kegubernuran Tulkarm, dan menggeledah satu rumah di kawasan barat kota tersebut.

Di wilayah Tepi Barat bagian tengah, pasukan Israel menutup seluruh akses masuk utama menuju Ramallah, termasuk pos pemeriksaan Ein Sinya dan Atara, gerbang Rawabi, serta gerbang Nabi Saleh dan Aboud. Mereka juga mendirikan pos-pos pemeriksaan tambahan di jalur-jalur alternatif.

Di Al-Bireh, menurut sumber setempat, militer mengubah satu rumah milik warga Palestina menjadi pos militer, menahan empat penghuninya di dalam, dan menyita telepon genggam mereka.

Para petani Palestina juga diusir dari lahan mereka di Turmus Ayya, sebelah utara Ramallah, sementara pasukan Israel menggerebek wilayah Tuqu di sebelah tenggara Betlehem dengan menggunakan kendaraan militer beroda rantai.

Di wilayah kegubernuran Hebron, pasukan Israel berulang kali menggerebek kota Taffuh dan menggeledah rumah-rumah mantan tahanan.

Menurut sumber setempat, pasukan Israel menyerang seorang pria Palestina di kawasan Hawara, sebelah selatan Hebron, sebelum menangkap pria tersebut beserta putranya.

Baca juga: Profil Alvin Tedjo, Imigran Asal Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada

Topik Menarik