ASEAN Terbelah di Ruang Sidang PBB: 4 Negara Walkout, 7 Tetap Hadir Saat Netanyahu Berpidato
Pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 24 September 2026 memunculkan pemandangan dramatis di ruang sidang. Puluhan delegasi meninggalkan ruangan ketika Netanyahu mulai berbicara, sementara sebagian delegasi lainnya tetap berada di tempat.
Di antara negara-negara Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN), respons terhadap pidato tersebut juga tidak seragam.
Dari 11 negara ASEAN, empat negara tercatat ikut dalam aksi walkout, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Myanmar.
Sementara tujuh negara ASEAN lainnya—Kamboja, Laos, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor-Leste—tidak tercantum dalam daftar negara yang melakukan walkout yang dipublikasikan sejumlah laporan mengenai kejadian tersebut.
Negara ASEAN yang Keluar dari Ruang Sidang saat pidato Netanyahu
1.Indonesia
2.Malaysia 3.Brunei Darussalam
4.Myanmar
Indonesia merupakan salah satu negara yang paling jelas terlihat meninggalkan ruang sidang. Rekaman yang beredar menunjukkan seluruh delegasi Indonesia yang berjumlah tujuh orang berdiri dan keluar ketika Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya.
Kementerian Luar Negeri Indonesia kemudian menjelaskan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina dan sikap Indonesia terhadap tindakan Israel.
Malaysia juga termasuk negara yang disebut Anadolu sebagai bagian dari delegasi yang meninggalkan ruang sidang. Brunei Darussalam dan Myanmar tercantum dalam daftar 77 negara yang dilaporkan meninggalkan ruangan atau tidak berada di dalam sidang ketika pidato Netanyahu berlangsung.
Negara ASEAN yang Tidak Tercatat Ikut Walkout
1.Kamboja2.Laos 3.Filipina
4.Singapura
5.Thailand
6. Vietnam
7.Timor-Leste
Istilah “tetap di dalam ruangan” perlu digunakan dengan hati-hati. PBB tidak menerbitkan daftar roll call yang secara resmi mencatat posisi setiap delegasi selama pidato Netanyahu. Laporan Anadolu sendiri menjelaskan sebagian negara meninggalkan satu diplomat atau perwakilan junior di ruangan, sementara negara lainnya tidak menghadiri pidato tersebut.
Karena itu, tujuh negara di atas lebih akurat disebut “tidak tercatat dalam daftar walkout”, bukan secara mutlak dinyatakan seluruh delegasinya berada di dalam ruangan sepanjang pidato.
Tidak Semua Negara ASEAN Mengikuti Walkout
Pemandangan tersebut sekaligus menunjukkan negara-negara ASEAN tidak mengambil tindakan yang identik dalam merespons pidato Netanyahu.Kamboja, Laos, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor-Leste tidak tercantum dalam daftar negara yang dilaporkan melakukan walkout. Dengan demikian, berdasarkan data yang tersedia, mayoritas negara ASEAN tidak ikut dalam aksi keluar massal tersebut.
Perbedaan tindakan ini tidak dengan sendirinya berarti ketujuh negara tersebut mendukung isi pidato Netanyahu atau seluruh kebijakan pemerintah Israel. Kehadiran diplomatik di dalam forum internasional dapat mencerminkan berbagai pertimbangan, termasuk keinginan untuk tetap mengikuti pembahasan secara langsung.
Hal tersebut penting karena walkout maupun tetap berada di ruang sidang merupakan satu tindakan diplomatik pada satu momentum tertentu, bukan keseluruhan gambaran hubungan luar negeri suatu negara.
Pemandangan Ruang Sidang yang Mendunia
Secara keseluruhan, aksi walkout berlangsung dalam skala besar. Anadolu melaporkan delegasi dari hampir 77 negara meninggalkan ruang sidang atau sengaja mengosongkan kursinya ketika Netanyahu mulai berbicara. Reuters juga melaporkan puluhan delegasi meninggalkan aula pada awal pidatonya.Setelah melihat sejumlah besar delegasi meninggalkan ruangan, Netanyahu bahkan meminta delegasi lain yang merasa keberatan dengan kehadirannya untuk ikut meninggalkan aula sebelum ia memulai pidatonya. Ia kemudian melanjutkan pidato di hadapan ruang sidang yang terlihat jauh lebih kosong.
Laporan mengenai negara-negara yang tetap berada di dalam ruangan menunjukkan tindakan walkout juga tidak selalu berarti seluruh delegasi negara meninggalkan aula.
Dalam sejumlah kasus, hanya sebagian anggota delegasi yang keluar, sementara seorang diplomat atau perwakilan junior tetap berada di tempat.
Pada akhirnya, satu pemandangan di ruang sidang PBB memperlihatkan sikap negara-negara ASEAN terhadap isu Palestina dapat memiliki bentuk diplomatik yang berbeda, meskipun kawasan tersebut sama-sama menghadapi isu Timur Tengah dalam agenda hubungan internasionalnya.
Baca juga: Penasihat Mojtaba: Jika Iran Tak Bisa Lakukan Penerbangan, maka Tak Ada Pihak Lain yang Bisa Terbang










