Daftar Negara yang Tetap Berada di Ruang Sidang PBB Saat Netanyahu Berpidato, Nomor 33 dan 34 Bikin Kaget
Pada 24 September 2026, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York. Pidato tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat tegang.
Puluhan delegasi meninggalkan ruang sidang ketika Netanyahu mulai berbicara, sehingga sebagian besar kursi terlihat kosong.
Namun, tidak semua negara meninggalkan ruang sidang. Sejumlah delegasi tetap berada di tempat selama pidato berlangsung.
Karena PBB tidak menerbitkan daftar resmi roll call negara yang tetap berada di ruangan, daftar berikut merupakan hasil identifikasi dari rekaman sidang dan laporan media, sehingga tidak boleh dianggap sebagai daftar resmi lengkap PBB.
Negara yang Dilaporkan Tetap Berada di Dalam Ruang Sidang
Menurut peninjauan rekaman oleh Anadolu dan laporan media lainnya, negara-negara yang delegasinya tetap terwakili di ruang sidang antara lain:
Amerika Utara
1.Amerika Serikat2.KanadaEropa
3.Jerman4.Inggris5.Prancis6.Italia7.Irlandia8.Belgia9.Norwegia10.Austria11.Portugal12.Polandia13.Denmark14.Rumania15.Slovakia16.Estonia17.Lituania18.Luksemburg19.Islandia20.Hungaria21.Serbia22.Ukraina23.Ceko24.Yunani25.Azerbaijan26.KazakhstanAsia
27.China28.Jepang29.Korea Selatan30.India31.Filipina32.ThailandTimur Tengah
33.Uni Emirat Arab34.BahrainAfrika
35.Ethiopia36.Guinea37.Guinea-Bissau38.KenyaAmerika Latin dan Karibia
39.Argentina40.Meksiko41.El Salvador42.ParaguayOseania
43.AustraliaDaftar tersebut menggabungkan identifikasi Anadolu dengan laporan lain mengenai delegasi yang terlihat tetap berada di dalam ruangan. Beberapa laporan juga menyebut negara lain yang tetap memiliki perwakilan di dalam aula.
Negara-negara yang Paling Jelas Teridentifikasi Tetap di Ruangan
Beberapa negara secara konsisten muncul dalam beberapa laporan sebagai negara yang tetap berada di ruangan, di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Argentina, Inggris, Prancis, China, Uni Emirat Arab, Bahrain, Australia, Kanada, India, Jepang, Korea Selatan, dan Serbia.Menariknya, keberadaan suatu delegasi di dalam ruangan tidak otomatis berarti negara tersebut mendukung seluruh isi pidato atau seluruh kebijakan pemerintah Israel.
Kehadiran diplomatik dapat memiliki berbagai alasan, termasuk menjalankan tugas diplomatik, mempertahankan posisi resmi dalam forum multilateral, atau mendengarkan langsung pernyataan pihak yang sedang berbicara.
Sebaliknya, Banyak Negara Memilih Walkout
Aksi walkout dilakukan oleh delegasi dari banyak kawasan dunia. Di antara negara yang dilaporkan meninggalkan ruangan atau mengosongkan kursinya adalah Turki, Palestina, Tunisia, Suriah, Aljazair, Yaman, Mesir, Irak, Arab Saudi, Yordania, Iran, Qatar, Lebanon, Malaysia, Indonesia, Kuwait, Spanyol, Brasil, Peru, Kuba, Nigeria, Ghana, Libya, Bangladesh, Afghanistan, Oman, Niger, Madagaskar, Botswana, Bahama, Antigua dan Barbuda, serta Cabo Verde.Jumlah pastinya berbeda-beda menurut sumber karena ada perbedaan antara delegasi yang benar-benar berjalan keluar, delegasi yang hanya menyisakan satu diplomat, dan negara yang memang tidak menghadiri pidato tersebut. Anadolu menyebut hampir 70 negara melakukan walkout atau meninggalkan kursinya kosong.ASEAN Terbelah di Ruang Sidang PBB: 4 Negara Walkout, 7 Tetap Hadir Saat Netanyahu Berpidato
Indonesia termasuk negara yang melakukan walkout. Rekaman yang dikutip memperlihatkan delegasi Indonesia meninggalkan ruang sidang ketika Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya.
Kementerian Luar Negeri Indonesia kemudian menjelaskan tindakan tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Mengapa Peristiwa Ini Menjadi Sorotan?
Walkout tersebut menarik perhatian karena terjadi pada salah satu forum diplomatik paling penting di dunia. Pemandangan puluhan delegasi meninggalkan ruangan ketika seorang kepala pemerintahan mulai berbicara menjadi simbol kuat mengenai perbedaan sikap internasional terhadap perang Gaza dan kebijakan Israel.Di sisi lain, negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Prancis, Kanada, Australia, Jepang, India, China, Uni Emirat Arab dan Bahrain tetap memiliki perwakilan di dalam ruangan.Karena itu, peristiwa tersebut tidak tepat disederhanakan menjadi dua kelompok yang sepenuhnya seragam. Ada negara yang melakukan walkout, ada yang tetap hadir, dan ada pula yang hanya meninggalkan sebagian kecil delegasinya. Sikap masing-masing pemerintah terhadap isu Gaza juga memiliki nuansa dan dapat berbeda antara satu isu dengan isu lainnya.
Daftar negara yang "tetap berada di ruang sidang" bukan daftar resmi PBB. Sampai laporan terbaru yang tersedia, tidak ada roll call resmi PBB yang mencatat satu per satu negara berdasarkan apakah seluruh delegasinya duduk di ruangan selama pidato Netanyahu.
Karena itu, beberapa daftar media dapat berbeda. Anadolu secara khusus mencatat sebagian negara meninggalkan satu diplomat atau perwakilan junior, sementara negara lainnya tidak menghadiri pidato.
Puluhan negara melakukan walkout, sementara puluhan negara lainnya tetap terwakili di ruang sidang, dengan Amerika Serikat dan sejumlah sekutunya menjadi kelompok yang paling terlihat tetap hadir. Peristiwa tersebut memperlihatkan kuatnya perbedaan posisi diplomatik internasional terhadap Israel dan perang di Gaza pada Sidang Umum PBB September 2026.
Baca juga: Penasihat Mojtaba: Jika Iran Tak Bisa Lakukan Penerbangan, maka Tak Ada Pihak Lain yang Bisa Terbang










