Baru Diberi Gelar Pahlawan oleh Putin, Jenderal Rusia Tewas Diserang Drone Ukraina
Seorang jenderal Rusia telah tewas dalam serangan drone Ukraina di wilayah Oblast Donetsk. Ironisnya, jenderal tersebut baru diberi gelar Pahlawan Rusia oleh Presiden Vladimir Putin pada bulan lalu.
Mayor Jenderal Anton Grunis, komandan Brigade Senapan Bermotor Garda Terpisah ke-4 Angkatan Darat Rusia telah dinyatakan tewas. Demikian disampaikan komandan Sistem Nirawak Ukraina Robert "Madyar" Brovdi, pada hari Rabu.
Baca Juga: Komandan NATO Jatuh Cinta via Aplikasi Kencan, Kekasihnya Dicurigai Mata-Mata Rusia
"Jenderal Grunis dieliminasi pada 12 September 2026 di tempat persembunyian malam harinya di wilayah Oblast Donetsk yang diduduki sementara," kata Brovdi.
Menurut Brovdi, Brigade Sistem Nirawak Terpisah ke-427 "Rarog" melancarkan serangan tersebut menggunakan drone mereka.Apti Alaudinov, komandan pasukan khusus Akhmat Chechnya yang juga Wakil Kepala Direktorat Utama Militer-Politik Angkatan Bersenjata Rusia, juga mengonfirmasi kematian Grunis, menurut laporan media independen Rusia, Astra, Kamis (17/9/2026)."Seorang pria sejati, perwira sejati, dan patriot hebat bagi tanah airnya," tulis Alaudinov di Telegram.
Pada bulan Juli, Grunis secara pribadi memberikan laporan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai klaim Moskow atas perebutan Kostiantynivka, salah satu kota benteng Ukraina di Oblast Donetsk. Pada 28 Agustus, dia diberimedali "Gold Star Hero of Russia" oleh Putin.
Staf Umum Ukraina dan Presiden Volodymyr Zelensky menolak klaim tersebut, dengan menyatakan bahwa pasukan Rusia tidak merebut kota itu.
Brovdi mengatakan Grunis adalah komandan Rusia ketujuh di tingkat brigade, divisi, atau Angkatan Darat yang kematiannya telah dikonfirmasi menyusul serangan oleh Pasukan Sistem Nirawak Ukraina.
Seorang agen dari kelompok partisan Ukraina, Atesh, melakukan sabotase terhadap pasokan listrik ke sebuah pabrik elektronik di kota Voronezh, Rusia, demikian pernyataan kelompok tersebut pada hari Rabu.Fasilitas tersebut, menurut Atesh, memproduksi komponen yang digunakan dalam rudal Kh-101 dan Iskander-K, serta sistem pertahanan udara Pantsir-S1.
"Agen kami, setelah mempelajari fasilitas tersebut dalam waktu lama, melakukan perencanaan terperinci, dan mencari titik-titik lemah, berhasil menyusup ke gardu listrik di dekat pabrik VZPP-Sborka," kata Atesh.
"Setelah melewati pengamanan, ia menghancurkan kabinet distribusi utama yang memasok listrik ke perusahaan tersebut dan meninggalkan kota dengan selamat," ujarnya.
Sabotase itu, lanjut Atesh, menyebabkan lonjakan tegangan dan memutus aliran listrik ke bengkel-bengkel pabrik. Atesh juga mengklaim bahwa pemulihan pasokan listrik secara penuh memakan waktu beberapa minggu, sehingga mengganggu pengiriman komponen elektronik penting serta menghambat produksi rudal dan sistem pertahanan udara Rusia.
Atesh tidak mengungkapkan kapan operasi tersebut berlangsung. Pihaknya menyatakan bahwa publikasi informasi itu ditunda demi melindungi agen-agen mereka.










