Siapa Ratko Mladic? Jagal Bosnia Pembantai 8.000 Muslim, Mati sebagai Napi Penjahat Perang

Siapa Ratko Mladic? Jagal Bosnia Pembantai 8.000 Muslim, Mati sebagai Napi Penjahat Perang

Global | sindonews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 12:51
share

Mantan komandan Serbia-Bosnia, Kolonel Jenderal (Purn) Ratko Mladic, yang memimpin genosida terhadap Muslim Bosnia di Srebrenica dan pengepungan Sarajevo selama bertahun-tahun, telah meninggal dunia pada usia 84 tahun.

Lembaga Penyiaran Publik Serbia, RTS, mengumumkan kematiannya, sementara pengacaranya secara terpisah mengonfirmasi hal tersebut kepada Reuters pada hari Kamis.

Baca Juga: Ratko Mladic, Terpidana Penjahat Perang asal Serbia Bosnia, Meninggal Dunia

Mladic meninggal di rumah sakit penjara PBB di Den Haag, Belanda, ketika menjalani hukuman penjara seumur hidup. Riwayat Mladic, yang dijuluki sebagai "Jagal Bosnia" berakhir dengan status narapidana (napi) penjahat perang.

Profil Ratko Mladic Si Jagal Bosnia

Dikenal sebagai "Jagal Bosnia", Mladic memimpin pasukan Serbia-Bosnia dalam kampanye mereka untuk membentuk wilayah Serbia yang homogen secara etnis dari wilayah Bosnia dan Herzegovina pada tahun 1990-an.

Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) menjatuhkan vonis bersalah kepadanya pada tahun 2017 atas tuduhan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.Hakim menyatakan dia bertanggung jawab atas pembunuhan massal terhadap lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia di Srebrenica pada Juli 1995 serta atas tindakan meneror warga sipil selama pengepungan Sarajevo.

Meskipun telah divonis bersalah, kaum nasionalis Serbia dan tokoh politik senior terus mengagung-agungkan Mladic serta menyangkal atau mengecilkan arti kejahatan yang dilakukan oleh pasukan Serbia-Bosnia.

Mladic berhasil menghindari jeratan hukum selama hampir 16 tahun sementara sejumlah elemen negara Serbia turut melindunginya dari penangkapan.

Otoritas Serbia akhirnya menangkapnya pada 26 Mei 2011 di sebuah desa di utara Beograd, sekaligus mengakhiri salah satu operasi perburuan buronan terlama dalam sejarah modern. Ketika Mladic dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2017, hakim ketua Alphons Orie menyatakan bahwa kejahatannya termasuk "yang paling keji yang pernah diketahui umat manusia".

Proyek Serbia Raya

Runtuhnya Yugoslavia berubah menjadi kampanye penaklukan saat Presiden Serbia Slobodan Milosevic berupaya mewujudkan Serbia Raya di wilayah federasi yang sedang terpecah-belah itu.Proyek nasionalisnya memicu perpecahan etnis dan agama serta mengobarkan perang melawan orang Slovenia, Kroasia, Bosnia, dan Albania Kosovo.

Kekerasan tersebut menewaskan sekitar 100.000 orang di Bosnia saja dan memaksa lebih dari 2,5 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Mladic, yang sebelumnya merupakan perwira di Tentara Rakyat Yugoslavia, mengambil alih komando pasukan Serbia Bosnia pada awal tahun 1990-an dan menjadi salah satu pelaksana utama proyek tersebut.

Sesaat sebelum genosida Srebrenica, Mladic menjadikan kekalahan suku-suku Serbia oleh Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) pada abad pertengahan sebagai pembenaran untuk melakukan pembalasan terhadap orang Bosnia lebih dari enam abad kemudian.

Selama beberapa hari berikutnya, pasukannya memburu dan menangkap ribuan pria dan anak laki-laki Bosnia, lalu mengikat dan mengeksekusi mereka.Pasukan Serbia juga melakukan kekerasan seksual secara meluas terhadap perempuan dan anak perempuan, sementara kekuatan internasional gagal menghentikan pembantaian tersebut.

Para pelaku menguburkan korban di kuburan massal, lalu menggunakan alat berat untuk menggali kembali dan menyebarkan jenazah ke lokasi penguburan sekunder sebagai upaya sistematis untuk menyembunyikan kejahatan tersebut.

Mladic kemudian menghadapi salah satu persidangan besar terakhir di hadapan Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia di Den Haag. Pengadilan tersebut mengadili hampir 100 orang atas kekejaman yang dilakukan selama perang berlangsung.

Topik Menarik