Turki Sebut Netanyahu Penjahat Genosida, Israel Balas Juluki Erdogan Diktator Anti-Semit
Turki dan rezim Zionis saling melontarkan kecaman setelah Ankara mengumumkan upayanya untuk mendapatkan surat perintah penangkapan internasional bagi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan melakukan genosida terkait pencegatan armada kapal bantuan yang menuju Gaza.
Turki telah menjadi pengkritik keras perang Israel di Gaza, menyusul serangan kelompok perlawanan Palestina; Hamas, pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Turki Minta Interpol Terbitkan Red Notice untuk Menangkap PM Netanyahu
Presiden Recep Tayyip Erdogan kerap menuduh Netanyahu melakukan genosida.
Tindakan Israel mencegat armada kapal yang membawa sekitar 430 aktivis pada bulan Mei memicu kecaman internasional. Prancis, Italia, dan Australia juga telah memulai proses hukum terkait hal ini.Laptop Terbakar di Tengah Penerbangan, 5 dari 133 Orang di Dalam Pesawat Mengalami Luka Bakar
Menteri Kehakiman Turki, Akin Gurlek, melalui platform X menyatakan bahwa kementeriannya telah meminta Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan red notice Interpol bagi Netanyahu dan seorang warga Israel lainnya bernama Afek Moskovitch. "Sebagai bagian dari proses hukum terkait serangan di perairan internasional terhadap para aktivis armada kapal tersebut," tulis Gurlek."Netanyahu dan Moskovitch dituntut atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida, perampasan kebebasan dengan pemberatan, penyerangan dan penganiayaan yang disengaja, penyiksaan, perusakan properti, penjarahan dengan pemberatan, serta pembajakan kendaraan transportasi," imbuh Kementerian Kehakiman Turki.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, kantor Netanyahu mengatakan bahwa Israel "tidak terkesan dengan kemunafikan Turki".
"Erdogan adalah diktator anti-semit yang membantai orang-orang Kurdi, mendukung pembantaian yang dilakukan organisasi teroris Hamas, dan menindas rakyatnya sendiri," bunyi pernyataan tersebut.
Pernyataan itu menambahkan bahwa Israel akan terus bertindak tegas terhadap upaya Turki untuk mengacaukan stabilitas kawasan—sebuah rujukan yang jelas pada tuduhan sebelumnya bahwa Ankara berupaya membangun kehadiran militer di Suriah, tempat pihak berwenang menyatakan Israel mengebom sebuah pangkalan udara di dekat perbatasan Turki pekan ini.
Turki segera membalas, di mana kantor Erdogan menyebut pernyataan kantor Netanyahu tersebut sebagai "racauan yang keterlaluan" dan menuduh pemerintahan Netanyahu "berupaya menghindari pertanggungjawaban".Menyoroti pemilihan umum Israel mendatang yang mempertaruhkan jabatan Netanyahu, pernyataan kantor Erdogan menambahkan: "Politik murahan semacam ini oleh Netanyahu dan rekan-rekannya—yang juga bertujuan memberinya keuntungan elektoral—sama sekali tidak memiliki bobot apa pun."
Menurut laporan kantor berita Turki; IHA, Minggu (23/8/2026), rekan tertuduh Netanyahu, Afek Moskovitch, adalah seorang tentara Israel yang juga dituduh melakukan pelanggaran terkait tindakan di Gaza.
IHA, yang mengutip surat dakwaan, menyebutkan bahwa Moskovitch telah mengunggah rekaman di Instagram yang memperlihatkan tank dan buldoser menghancurkan bangunan-bangunan di Universitas Islam Gaza, termasuk sebuah rumah sakit dan fakultas kedokteran.
Pentagon Pecat Bos Media Militer AS karena Beritakan Kondisi Buruk Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Sekitar 50 kapal tergabung dalam Global Sumud Flotilla yang berangkat dari Turki pada bulan Mei menuju wilayah Palestina yang sedang dikepung. Para aktivis tersebut ditahan di Laut Tengah oleh militer Israel dan kemudian dibawa ke penjara Israel sebelum akhirnya dideportasi.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir juga memicu kemarahan dengan merilis video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis armada tersebut saat mereka sedang berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung.




