Laptop Terbakar di Tengah Penerbangan, 5 dari 133 Orang di Dalam Pesawat Mengalami Luka Bakar

Laptop Terbakar di Tengah Penerbangan, 5 dari 133 Orang di Dalam Pesawat Mengalami Luka Bakar

Global | sindonews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:50
share

Sebuah penerbangan American Airlines dari Atlanta menuju Dallas berubah menjadi situasi darurat yang menakutkan ketika laptop milik seorang penumpang tiba-tiba terbakar di dalam kabin. Insiden ini menyebabkan hingga lima penumpang terluka.

Insiden tersebut terjadi di pesawat American Airlines Penerbangan 2398 pada hari Jumat waktu Amerika Serikat (AS). Pesawat yang membawa 133 penumpang dan awak itu sedang mendekati tujuan akhirnya di Bandara Internasional Dallas Fort Worth (DFW) ketika asap dan api muncul di dekat bagian belakang pesawat.

Baca Juga: Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar

Rekaman audio lalu lintas udara yang diperoleh CBS News menangkap momen saat kapten pilot melaporkan kebakaran di kabin.

"Kebakaran kabin di bagian belakang pesawat," ujar pilot dalam rekaman audio tersebut. "Awak kabin sedang berusaha memadamkannya sekarang," lanjut dia.

Awak kabin bertindak cepat untuk memadamkan api dan memindahkan perangkat yang terbakar ke bagian tengah pesawat guna mencegah kerusakan lebih lanjut."Sepertinya ada sekitar empat hingga lima penumpang yang mengalami luka bakar akibat laptop tersebut," imbuh pilot tersebut. "Laptop itu sudah diamankan."

Beberapa penumpang mengalami luka bakar ringan di tangan saat mencoba menangani atau menghindar dari laptop yang terbakar.

Menurut laporan BBC, Minggu (23/8/2026), pesawat mendarat dengan selamat di bandara dan langsung bergerak menuju gerbang kedatangan. Tim medis dan petugas tanggap darurat bandara segera menyambut pesawat begitu tiba.

Paramedis memeriksa penumpang yang terluka, dan satu penumpang menerima perawatan medis di lokasi sebelum diperbolehkan pergi.

Dalam sebuah pernyataan setelah pendaratan, American Airlines memuji awak pesawat atas tindakan cepat dan respons profesional mereka dalam menangani situasi berbahaya tersebut."Penerbangan American Airlines 2398 mendarat dengan selamat di DFW setelah adanya laporan mengenai asap yang keluar dari perangkat milik penumpang saat proses pendaratan," demikian pernyataan pihak maskapai. "Kami mengapresiasi profesionalisme dan respons cepat awak kami dalam segera menangani perangkat tersebut."

Federal Aviation Administration (FAA) memperingatkan bahwa baterai litium, termasuk baterai laptop, dapat mengalami panas berlebih akibat berbagai faktor, termasuk jika baterai rusak, terlalu panas, terkena air, diisi daya secara berlebihan, atau dikemas dengan cara yang tidak tepat.

FAA mencatat 58 insiden terkait baterai litium di penerbangan yang telah terverifikasi sepanjang tahun ini, yang melibatkan asap, kebakaran, atau panas ekstrem. Dalam 20 tahun terakhir, jumlah insiden terbanyak berkaitan dengan paket baterai (battery packs), dengan 84 kasus di antaranya melibatkan laptop.

Regulator AS menyatakan bahwa baterai litium wajib dibawa di dalam bagasi kabin saja.

Pada bulan Mei, sebuah penerbangan EasyJet dari Mesir tujuan Inggris dialihkan rutenya ke Roma setelah ditemukan sebuah power bank yang sedang mengisi daya di dalam bagasi penumpang yang disimpan di kompartemen kargo pesawat. Penerbangan tersebut dijadwalkan ulang keesokan harinya.

Otoritas Penerbangan Sipil (CAA), regulator penerbangan Inggris, menyatakan bahwa power bank menyebabkan semakin banyak masalah serius dalam penerbangan di seluruh dunia, serta mengimbau peningkatan kewaspadaan karena pengisi daya portabel tersebut membawa risiko serius berupa panas berlebih atau kebakaran.

Topik Menarik