Iran Bilang Aliansi Makkah Isyarat AS untuk Tinggalkan Sekutu Teluk

Iran Bilang Aliansi Makkah Isyarat AS untuk Tinggalkan Sekutu Teluk

Global | sindonews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:28
share

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, mengatakan kemunculan Pakta Pertahanan Bersama Makkah merupakan isyarat bahwa Amerika Serikat (AS) akan meninggalkan sekutu-sekutunya di Teluk. Sosok yang jadi tangan kanan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei itu itu menyatakan bahwa Teheran mendukung persatuan Islam.

Aliansi Makkah itu dibentuk oleh Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Belum banyak detail dari pakta yang diteken 7 Agustus tersebut. Namun, Turki menyatakan salah satu klausul dalam pakta itu menyatakan serangan terhadap satu anggota merupakan serangan terhadap ketiganya—mirip dengan klausul Pasal 5 NATO.

Baca Juga: AS Sesumbar Akan Runtuhkan Rezim Iran via Perang Ekonomi, Ajak Sekutu dan China Keroyokan

"Amerika Serikat berkata kepada mereka, 'Selamat tinggal, kami akan pergi'," ujar Rezaei dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi, yang dikutip Iran International, Minggu (23/8/2026).

Rezaei menambahkan bahwa Iran mendukung persatuan Islam yang lebih luas dan menyatakan bahwa Iran serta Mesir seharusnya menjadi peserta pendiri dalam aliansi regional semacam itu.

"Teman-teman kami datang dan berkata, 'Kami telah membuat pakta, mari setujui ini'. Apa yang harus kami setujui? Kami bahkan tidak tahu apa yang kalian tanda tangani," katanya.

Ancam Balasan Bak Gempa Bumi terhadap AS

Di sisi lain, Rezaei mengancam akan melakukan pembalasan atas tindakan lebih lanjut dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Dia juga memperingatkan negara-negara tetangga Iran agar tidak bergabung dengan kampanye ekonomi Washington.

"Jika Trump ingin mengambil tindakan, kami akan membalas dengan cara yang dahsyat bak gempa bumi," kata Rezaei.

"Kami meminta semua negara di sekitar kami untuk tidak bergabung dengan Amerika Serikat dalam perang ekonominya; jika tidak, kami akan menganggap mereka sebagai musuh," ujarnya.

"Kami tidak berniat memperluas cakupan perang, namun jika negara-negara di sekitar Iran bekerja sama dengan pihak Amerika dalam perang ekonomi ini, kami akan menyerang kepentingan mereka," paparnya.

"Jika negara-negara di sekitar Iran bekerja sama dengan pihak Amerika dalam perang ekonomi ini, tidak akan ada setetes minyak pun yang bisa keluar melalui Selat Hormuz, dan kami juga akan menargetkan jalur-jalur lain yang digunakan untuk ekspor minyak," imbuh Rezaei.

Rezaei juga menyerukan perubahan pada pendekatan diplomatik Republik Islam Iran menyusul apa yang dia gambarkan sebagai pelanggaran komitmen berulang kali oleh AS selama negosiasi.

"Iran saat ini bukanlah Iran yang sama seperti sebelum perang," katanya, seraya menambahkan bahwa citra Amerika Serikat sebagai negara yang "mengutamakan perdamaian" telah berubah di benak generasi muda Iran.

Topik Menarik