Memanas, Rusia Tes Rudal di Dekat Kepulauan Kuril setelah Jepang Protes

Memanas, Rusia Tes Rudal di Dekat Kepulauan Kuril setelah Jepang Protes

Global | sindonews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 14:37
share

Angkatan Laut Rusia berhasil melakukan uji coba rudal di dekat Kepulauan Kuril yang diklaim negara tersebut. Kabar itu diungkap dalam pernyataan Armada Pasifik Rusia.

Uji coba ini dilakukan seminggu setelah Jepang melayangkan protes keras atas kunjungan pertama Presiden Rusia Vladimir Putin ke kepulauan tersebut, yang sebagian wilayahnya diklaim Jepang.

“Uji coba rudal yang berlangsung di dekat wilayah selatan Kepulauan Kuril ini melibatkan kapal penjelajah berpeluru kendali Varyag, kapal selam bertenaga nuklir Omsk, dan sistem rudal permukaan-ke-kapal Bastion yang berbasis di darat,” ungkap Armada Pasifik Rusia dalam pernyataan pada hari Kamis.

“Mereka menembakkan berbagai jenis amunisi ke arah target yang mensimulasikan kapal musuh pada jarak sekitar 300 km (186 mil), dengan data penargetan yang disediakan unit penerbangan angkatan laut,” kata pihak armada.

“Data pemantauan objektif mengonfirmasi kehancuran seluruh target,” tegas mereka.Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menanggapi latihan militer tersebut dengan mengatakan kepada para wartawan bahwa Tokyo "tidak dapat menoleransi langkah-langkah [Rusia] untuk memperkuat kekuatan militer di empat Pulau Utara karena hal itu bertentangan dengan sikap negara kami [terkait wilayah tersebut]."

Kantor berita Kyodo sebelumnya melaporkan Jepang telah mengajukan protes kepada Rusia setelah Moskow memberikan pemberitahuan mengenai rencana uji coba rudal tersebut pada pekan lalu.

Pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil duta besar Jepang untuk Moskow guna menyampaikan protes keras atas "pernyataan anti-Rusia" yang dilontarkan para pemimpin Jepang.

Setelah Putin mengunjungi Iturup, pulau terbesar di Kepulauan Kuril, pada tanggal 13 Agustus, pejabat Jepang Sanae Takaichi menyebut kunjungan tersebut "sama sekali tidak dapat diterima" dan mengatakan hal itu "melukai perasaan rakyat Jepang."

Motegi juga mengeluarkan pernyataan yang menegaskan empat pulau paling selatan di kepulauan tersebut "merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Jepang, baik secara historis maupun menurut hukum internasional."Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan telah menyampaikan kepada utusan Jepang bahwa "kedaulatan dan yurisdiksi Rusia atas wilayah selatan Kepulauan Kuril tidak dapat diganggu gugat. Wilayah-wilayah ini diserahkan kepada negara kami setelah Perang Dunia II, sebagaimana tertuang dalam perjanjian terkait antara Kekuatan Sekutu dan Piagam PBB."

"Segala upaya pihak Jepang untuk mempertanyakan kenyataan yang jelas ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, sama sekali tidak dapat diterima dan tidak sah," tambah kementerian tersebut.

Moskow "berhak mengambil langkah-langkah balasan yang tepat" sebagai tanggapan atas sikap Jepang yang mematuhi sanksi Barat terhadap Rusia serta dukungannya terhadap Ukraina, demikian peringatan kementerian tersebut.

Kepulauan Kuril, yang membentang dari Kamchatka hingga Hokkaido di Jepang, jatuh ke bawah kendali Uni Soviet setelah kekalahan Tokyo dalam Perang Dunia II dan kemudian dimasukkan ke dalam wilayah Uni Soviet.

Namun, pihak berwenang Jepang terus mengklaim kepulauan Iturup, Kunashir, Shikotan, dan Habomai—yang mereka sebut sebagai "Wilayah Utara."

Sengketa ini telah menjadi hambatan utama bagi Moskow dan Tokyo untuk menandatangani perjanjian damai resmi dalam kurun waktu delapan dekade sejak konflik tersebut berakhir.

Baca juga: Iran Ejek AS Memohon Bantuan Sekutu usai Kalah

Topik Menarik