Ukraina Ngamuk, Lebih dari 1.600 Drone Hujani Rusia saat Pemilu
Militer Ukraina meluncurkan serangan ribuan drone ke wilayah Moskow dan sekitarnya pada hari terakhir pemilu Rusia, Minggu waktu setempat. Sedikitnya dua orang tewas dan sebuah kilang minyak utama Rusia rusak akibat serangan besar-besaran tersebut.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan lebih dari 1.600 drone telah dicegat atau ditembak jatuh, dengan sekitar 450 di antaranya menargetkan Moskow.
Baca Juga: 450 Drone Diluncurkan Ukraina ke Moskow, Menarget Kilang Minyak dan Logistik Rusia
Dia menuduh Ukraina berupaya mengganggu pemilu yang berlangsung selama tiga hari dan dikendalikan secara ketat. Pemilu tersebut diperkirakan semakin memperkuat cengkeraman kekuasaan Presiden Vladimir Putin yang telah berlangsung selama 26 tahun.
“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh tidak berhasil,” kata Sobyanin melalui Telegram.Rusia Buru Putra Menkes AS yang Juga Eks Pacar Taylor Swift karena Jadi Tentara Bayaran Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji serangan tersebut. “Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam," tulis Zelensky di X, Senin (21/9/2026).“Salah satu fasilitas utama industri minyak Rusia dan fasilitas logistik milik agresor berhasil dihantam. Ini adalah miliaran dolar yang menopang mesin perang,” lanjut Zelensky.
Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan melalui media sosial bahwa sedikitnya dua orang tewas di dua lokasi berbeda. Korban terdiri dari seorang perempuan berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia.
Menurutnya, kebakaran yang dipicu jatuhnya sebuah drone ke gedung 21 lantai juga menyebabkan sekitar 400 orang dievakuasi. Dia tidak menjelaskan asal drone tersebut.
Serangan drone Ukraina juga menghantam sebuah bus di bagian wilayah Kherson, Ukraina selatan, yang dikuasai Rusia. Menurut otoritas setempat, dua orang tewas dalam serangan itu, termasuk seorang anggota komisi pemilu.
Pemilu Tetap Berlangsung
Serangan tersebut terjadi ketika Kyiv dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan kampanye serangan drone jarak jauh terhadap Rusia, khususnya dengan menargetkan infrastruktur energi. Tujuannya adalah menghantam salah satu sumber pendapatan penting Kremlin untuk membiayai upaya perang yang kini memasuki tahun kelima.“Sebuah fasilitas di wilayah Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan,” kata Sobyanin. Dia menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan layanan darurat telah berada di lokasi.Kilang minyak besar tersebut sebelumnya juga telah menjadi sasaran serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.
Serangan terbaru ini terjadi beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Senin lalu bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak menyerang fasilitas energi satu sama lain.
Serangan juga berlangsung ketika warga Rusia mulai memberikan suara pada Jumat dalam pemilu parlemen pertama sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022. Konflik tersebut telah menewaskan ratusan ribu orang.
Hanya partai-partai yang mendukung Putin dan kampanye militer Kremlin yang terdaftar untuk mengikuti pemilu. Moskow juga menggelar pemungutan suara di wilayah Ukraina yang didudukinya.
Mantan Sales Mobil Ini Baru Diakui sebagai Anak Pangeran Belgia setelah 26 Tahun, Tes DNA Cocok
Meski hanya sedikit warga Rusia yang meragukan bahwa Partai Rusia Bersatu (United Russia) yang mendukung Putin akan kembali meraih kemenangan, pemilu tersebut menjadi salah satu ukuran untuk melihat tingkat dukungan publik terhadap pemerintahan Kremlin.




