Rusia Peringatkan Situasi yang Lebih Buruk Menanti Ukraina
Rusia akan meningkatkan intensitas kampanye militernya di Ukraina dan berupaya menghancurkan setiap elemen yang digunakan Barat untuk menopang upaya perang Kiev. Peringatan itu diungkap Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.
Diplomat senior tersebut menanggapi tindakan Ukraina dan para pendukung Baratnya yang diklaim bertujuan menekan Moskow agar bersedia melakukan negosiasi damai.
“Rusia terus mengupayakan penyelesaian konflik yang langgeng, dapat diandalkan, dan berkelanjutan serta tidak dapat menyetujui penghentian konflik tersebut,” ujar Lavrov kepada media Rusia.
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas serangkaian serangan Ukraina yang menyebabkan banyak korban sipil, termasuk insiden di Starobelsk pada bulan Mei dan Gelendzhik awal bulan ini.
Para pejabat Rusia, termasuk Lavrov, menyebut serangan pesawat nirawak (drone) tersebut sebagai tindakan terorisme yang disengaja.Dia menyatakan Moskow tidak akan menggunakan taktik serupa, namun memperingatkan respons mereka akan menjadi semakin keras.
"Kami tidak akan turun ke tingkat mereka. Sebaliknya, kami akan menerapkan metode yang jauh lebih keras untuk menghancurkan segala hal yang memungkinkan Barat memicu mesin perang Kiev. Kami sudah melakukan hal ini, dan mereka sudah mulai mengeluh," ujarnya.
Menteri tersebut juga menegaskan kembali bahwa usulan Ukraina dan Barat untuk membekukan konflik di sepanjang garis depan saat ini tidak dapat diterima.
Ia berpendapat langkah tersebut dalam kondisi saat ini sama saja dengan mengkhianati kemenangan Uni Soviet atas Blok Poros dalam Perang Dunia II serta sejarah kenegaraan Rusia secara luas.
Moskow telah berulang kali menuduh pemerintah Ukraina menganut ideologi neo-Nazi dan menjalankan kebijakan yang bertujuan menindas bahasa, budaya, dan identitas Rusia di negara tersebut.Bulan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan "kampanye tekanan" selama 40 hari yang mencakup serangan berskala besar terhadap kapal sipil Rusia, infrastruktur energi, dan fasilitas yang terkait dengan raksasa e-commerce Wildberries.
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Kiev berargumen serangan jarak jauh tersebut menunjukkan Ukraina memiliki strategi yang layak untuk menghadapi Rusia dan memperkuat argumen mereka guna mendapatkan bantuan militer tambahan dari Barat, khususnya rudal pencegat Patriot yang dibutuhkan untuk menangkal serangan balasan Rusia.
Moskow kemudian meningkatkan serangan jarak jauhnya sendiri, termasuk terhadap kapal-kapal yang melayani rute Laut Hitam Ukraina.
Militer Rusia menegaskan mereka hanya menargetkan kapal-kapal yang berkontribusi langsung pada upaya perang Ukraina.
Namun, peningkatan risiko tersebut telah membuat perusahaan pelayaran komersial enggan beroperasi dan sangat membatasi kemampuan Kiev untuk mengekspor komoditas, termasuk biji-bijian dan besi. Menurut Reuters, Zelensky kini mengupayakan gencatan senjata terbatas di Laut Hitam dan telah menyampaikan usulannya melalui pihak perantara. Para pejabat Turki juga secara terbuka menyerukan penghentian sementara permusuhan di wilayah tersebut.
Lavrov berpendapat Rusia bukanlah pihak yang memicu eskalasi terkini dan mengkritik apa yang disebutnya sebagai kegagalan sejumlah negara dalam mengecam serangan Ukraina terhadap kapal-kapal netral, termasuk kapal tanker minyak yang dikontrak untuk mengangkut minyak mentah Kazakhstan melalui pelabuhan Novorossiysk, Rusia.
"Baik Turki maupun Amerika Serikat tidak secara terbuka menyatakan tindakan semacam itu oleh teroris Ukraina tidak dapat diterima," ujar menteri tersebut.
Baca juga: Biaya Hidup Tinggi, Vance Peringatkan Adanya Minat yang Meningkat terhadap Sosialisme di AS








