Senator Amerika Ledek Khamenei yang Ancam Tenggelamkan Kapal Induk AS
Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham secara terbuka mengejek Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menepis ancamannya untuk menenggelamkan kapal induk AS. Saat ini, kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln sudah siaga di dekat Iran dan hanya menunggu perintah Presiden Donald Trump untuk menyerang negara Islam tersebut.
Dalam sebuah unggahan di X pada hari Selasa, Khamenei memperingatkan tentang kapal-kapal perang AS yang dikirim ke dekat Iran.
Baca Juga: Trump Ultimatum Iran: Buat Kesepakatan dalam 10 Hari atau AS Ambil Tindakan Militer!
"Presiden AS terus-menerus mengatakan bahwa AS telah mengirim kapal perang ke arah Iran. Tentu saja, kapal perang adalah peralatan militer yang berbahaya," bunyi salah satu unggahan Khamenei.
"Namun, yang lebih berbahaya daripada kapal perang itu adalah senjata yang dapat menenggelamkan kapal perang itu ke dasar laut," lanjut dia.
Senator Graham, yang dikenal sebagai sekutu dekat Trump, meledek ancaman Khamenei tersebut."Omongan berani untuk pria gemuk bermata satu," kata senator Partai Republik tersebut, merujuk pada sebuah kalimat dari film Barat tahun 1969 "True Grit"."Sampai jumpa di bioskop. Oh, saya lupa, Anda tidak punya bioskop," lanjut Graham, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (20/2/2026).
Graham telah meningkatkan retorikanya terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir, menyamakan Khamenei dengan diktator Nazi Adolf Hitler pada Konferensi Keamanan Munich pekan lalu. Dia juga menyerukan perubahan rezim di Iran serta serangan terhadap infrastrukturnya.
Sementara itu, laporan media AS menunjukkan Pentagon telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump bahwa mereka siap menyerang Iran paling cepat akhir pekan ini, dan telah memberinya pengarahan tentang opsi serangan, termasuk kampanye udara yang berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu untuk membunuh puluhan pemimpin politik dan militer Iran--dengan tujuan akhir menggulingkan pemerintah. Namun, Trump belum membuat keputusan akhir.
AS telah menumpuk kekuatan militer di Timur Tengah, dengan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln sudah berada di wilayah tersebut dan USS Gerald R. Ford serta jet tempur tambahan sedang dalam perjalanan.Meningkatnya ketegangan ini terjadi ketika AS dan Iran mengadakan dua putaran perundingan di Jenewa, dengan Washington menekan Teheran untuk menerima kesepakatan nuklir baru yang tidak akan mengizinkan pengayaan uranium apa pun. Kedua pihak menggambarkan putaran terbaru sebagai konstruktif tetapi tidak menghasilkan kesimpulan.
Gedung Putih telah memperingatkan bahwa meskipun diplomasi tetap menjadi pilihan pertama. "Teheran akan sangat bijaksana untuk membuat kesepakatan," kata Gedung Putih.
Sementara itu, Rusia mendesak semua pihak untuk menahan diri. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyerukan semua pihak untuk memprioritaskan keterlibatan politik dan diplomatik di tengah ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga membela hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium secara damai berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, menolak tuntutan AS untuk nol pengayaan.










