Ruben Onsu Angkat Bicara usai Didemo hingga Muncul Seruan Boikot!
JAKARTA, iNews.id - Artis Ruben Onsu akhirnya buka suara terkait aksi demonstrasi yang menyasar program televisi yang dibintanginya hingga muncul seruan boikot. Di tengah polemik yang menjadi sorotan publik tersebut, presenter kondang ini justru menunjukkan sikap tenang dan mengaku tidak gentar kehilangan pekerjaan.
Sikap Ruben Onsu itu diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Minola Sebayang, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026). Menurut Minola, kliennya tidak ingin terlalu memikirkan aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah pihak.
Minola menilai demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi. Namun, dia mengingatkan bahwa aksi tersebut tidak serta-merta membuat stasiun televisi harus mengubah kebijakannya.
"Ya, ini kan negara demokrasi. Sepanjang dilakukan dengan aturan yang ada dalam menyampaikan pendapat, ya, silahkan saja. Sekarang kan tinggal tergantung TV-nya. Menunjukkan bahwa demo itu tidaklah selalu otomatis wajib sebagai suatu perubahan," ujar Minola.
Terkait kemungkinan Ruben kehilangan pekerjaan akibat desakan tersebut, Minola menyebut sang presenter memilih menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Baginya, pekerjaan, popularitas, hingga rezeki yang dimiliki saat ini merupakan titipan yang sewaktu-waktu bisa berubah.
"Semua itu kan adalah milik Tuhan. Apa pun yang ada bersama kita kan itu titipan, kapan pun bisa diambil. Jadi kalau memang misalnya rezeki itu adalah rezeki Ruben, maka dia tidak akan pernah kehilangan pekerjaan itu. Kalaupun kehilangan pekerjaan itu, berarti Tuhan sudah punya rencana lain untuk rezeki Ruben di tempat yang lain," jelasnya.
Minola juga membantah anggapan bahwa Ruben merasa tertekan atau ketakutan menghadapi gelombang protes tersebut. Dia memastikan ayah tiga anak itu tetap menjalankan aktivitas dan pekerjaannya seperti biasa.
"Enggak, enggak takut dia. Kalau takut kan postingannya udah nangis-nangis melulu. Sini kan enggak, tetap aja menjalankan kegiatannya dengan baik," sambung Minola.
Tak hanya itu, Minola turut menyampaikan pesan keras kepada pihak-pihak yang dinilai berupaya membuat seseorang kehilangan kesempatan kerja melalui desakan atau tekanan tertentu.
Menurutnya, tindakan yang menyebabkan orang lain kehilangan mata pencaharian juga memiliki konsekuensi tersendiri.
"Tapi ingat, orang yang menzalimi orang lain dan membuat orang lain kehilangan kesempatan dan pekerjaan dengan alasan apa pun, dia juga kan pasti akan mendapatkan balasan," pungkasnya.








