Psikolog Ungkap Cara Sederhana Bangun Kedekatan Orang Tua dan Anak, Tak Perlu Menunggu Liburan
JAKARTA, iNews.id - Di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas keluarga, orang tua kerap merasa perlu menyediakan waktu khusus untuk membangun kedekatan dengan anak. Padahal, hubungan yang hangat tidak selalu membutuhkan agenda istimewa atau liburan bersama.
Interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten justru memiliki peran penting dalam membangun ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Psikolog Anak sekaligus Certified Play Therapist, Anastasia Satriyo, mengatakan, kedekatan orang tua dan anak terbentuk melalui interaksi kecil yang responsif dan terjadi berulang dalam kehidupan sehari-hari.
"Anak tidak membutuhkan setiap momen bersama orang tua menjadi besar atau sempurna. Hal yang lebih penting adalah pengalaman merasa dilihat, didengar, dan direspons secara konsisten," jelas Anastasia dalam keterangan resminya, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, orang tua tidak harus selalu merancang aktivitas khusus untuk menciptakan quality time. Kesempatan membangun kedekatan justru bisa ditemukan dalam rutinitas yang selama ini sudah berjalan, seperti mengobrol singkat saat mengantar anak ke sekolah, makan bersama, hingga menemani mereka bermain.
Interaksi tersebut membantu anak merasa bahwa cerita, emosi, dan keberadaannya dihargai. Terlebih, ketika orang tua memberikan perhatian penuh meski hanya dalam waktu singkat.
"Liburan keluarga tentu dapat menjadi pengalaman yang berkesan. Namun, hubungan yang aman dan hangat lebih banyak dibangun melalui interaksi kecil yang terjadi berulang dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Anastasia juga menilai waktu makan atau menikmati camilan bersama dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membangun komunikasi dengan anak. Suasana yang lebih santai memungkinkan percakapan muncul secara natural tanpa harus terasa seperti sesi tanya jawab.
Selain itu, kegiatan sederhana seperti menyiapkan kebutuhan sekolah untuk esok hari, membereskan barang bersama, atau mengobrol sebelum tidur juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan.
Pandangan tersebut sejalan dengan temuan survei Lexus yang menunjukkan sembilan dari 10 ibu masih merasa perlu menciptakan pengalaman istimewa agar anak merasa disayang. Padahal, seluruh responden sepakat bahwa waktu 10–15 menit pun bisa bermakna apabila dijalani dengan perhatian penuh.
Temuan ini memperlihatkan bahwa quality time tidak selalu berkaitan dengan lamanya waktu atau besarnya aktivitas yang dilakukan. Kehadiran orang tua secara emosional menjadi hal yang tidak kalah penting.
Semangat menghadirkan kebersamaan dari rutinitas sederhana juga diangkat melalui kampanye That’s A Lexus Moment. Tahun ini, biskuit Lexus berkolaborasi dengan Mofusand melalui kemasan edisi terbatas ukuran 190 gram yang dilengkapi satu stiker koleksi secara acak dari empat desain.
Marketing Director URC Indonesia, Rachmawati Sutarto, mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat menambah keceriaan dalam momen kebersamaan orang tua dan anak.
"Membuka Lexus bersama, berbagi dua keping biskuit sambil bertukar cerita bisa menjadi awal dari momen yang berarti antara orang tua dan anak," ujar Rachmawati.








