Kemenpar Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Wellness Tourism Lewat JCWF 2026

Kemenpar Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Wellness Tourism Lewat JCWF 2026

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:38
share

Kementerian Pariwisata terus mendorong Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness di Indonesia lewat gelaran Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF). JCWF digelar tahun ini oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta pada 6 - 8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa pihaknya menyambut positif gelaran tersebut dalam memperkenalkan tradisi wellness di Nusantara. JCWF ini menurutnya menjadi daya tarik sendiri bagi Yogyakarta dalam menarik wisatawan.

Baca juga: Jelajahi Sisi Cantik Vietnam Melalui Pilihan Tur Terbaik

“Kami menyambut baik kontribusi festival ini dalam memperkenalkan tradisi kebugaran Nusantara, sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya, atau cultural wellness,” kata Widiyanti dalam sambutannya pada konferensi pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jumat (30/10/2026).

Terlebih, agenda yang berkaitan dengan wellness tourism ini dinilai sangat dibutuhkan di tengah situasi geopolitik dan kompetitif saat ini. Wellness tourism menghadirkan ketenangan, dan spirit untuk kembali kepada harmoni. “Jadi event seperti ini sangat dibutuhkan di tengah situasi sekarang yang sangat kompetitif dan geopolitik yang sedang bergejolak sehingga membuat suasana tense di mana-mana. Jadi kita membutuhkan ketenangan, wellness mind, body, and spirit untuk kembali menemukan harmoni,” ucap dia.

Baca juga: Menjelajah Soekarno Hall di Uzbekistan, Jejak Bung Karno di Kompleks Makam Imam Bukhari

Hal tersebut juga didukung dengan wellness tourism yang saat ini tengah menjadi tren dan mengalami peningkatan perjalanan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Widiyanti memaparkan, berdasarkan data Global Wellness Institute, pengeluaran global untuk wellness tourism mencapai 893,9 miliar dolar Amerika Serikat di tahun 2024.

“Ini angka lama karena yang tahun ini belum keluar, baru akhir November ini akan dikeluarkan untuk angka tahun 2025,” papar Widiyanti.

Angka di atas tercatat meningkat sebesar 13,8 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, di Kawasan Asia Pasifik sendiri perjalanan wellness tourism tercatat 562,7 juta perjalanan dengan pengeluaran mencapai 215 miliar dolar Amerika Serikat.Tren tersebut menjadi satu peluang bagi Indonesia dengan modal banyaknya potensi dalam wellness tourism dimana banyak sekali praktik kebugaran berbasis kearifan lokal dan budaya yang menjadi pembeda tersendiri di pasar internasional.

Seperti jamu, rempah, perawatan tradisional dns lain sebagainya. Guna menangkap peluang tersebut, Kemenpar sendiri menetapkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas pariwisata berkualitas.

Gelaran Jogja Cultural Wellness Festival juga telah terbukti berhasil mendongkrak Yogyakarta sebagai destinasi kebugaran berbasis budaya. Tahun lalu, gelaran ini menggaet jumlah pengunjung sebanyak 3.368 berdasarkan hasil rapid assessment dengan melibatkan 73 mitra, 96 UMKM hingga 1.336 tenaga kerja yang memberikan dampak perputaran ekonomi mencapai Rp6,1 miliar.

“Nah, semoga JCWF menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam membangun industri wellness tourism yang semakin matang, berdaya saing internasional, dan memiliki akar yang kuat pada identitas budaya bangsa Indonesia,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, Gusti Kanjeng Ratu Bendara menjelaskan bahwa gelaran JCWF sendiri akan diisi dengan business matching antara komunitas dengan industri pada tanggal 6 November dan disusul berbagai event lainnya di tanggal 7 dan 8 November. Pada tahun ini, JCWF menghadirkan 97 komunitas, 32 artisan market dan 67 wellness practitioner. Jumlah tersebut merupakan hasil kurasi yang telah dilakukan oleh tim berupa proses pendaftaran sesuai tema dan program, deskripsi, video hingga kunjungan secara langsung untuk melihat sisi menarik dari para komunitas hingga wellness practitioner tersebut. Dari hasil kurasi itu juga muncul 89 program yang terjadwal di JCWF dalam kurun waktu tiga hari dimana 16 diantaranya merupakan program gratis.

“89 program itu kita bagi menjadi 6 tema besar yang masing-masing punya program sendiri-sendiri. 6 tema itu ada Breathwork Mindful Movement itu ada 9 kegiatan lalu ada Meditation and Sound Healing dengan 16 kegiatan, Spiritual and Energy Healing ada 21 kegiatan, Mntal Health and Emotional Well-being ada 16 kegiatan, Art Therapy ada 11 dan Healthy Food and Herbal ada 12,” jelas GKR Bendara.

Gelaran JCWF tahun ini kembali hadir untuk umum pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu tanpa dipungut biaya alias free entry khusus untuk artisan market.

“Ada ketentuannya tetapi, akses masuknya dengan membawa botol plastik bekas yang sudah bersih sebagai tiket. Nah, botol plastik bekas yang sudah bersih ini nanti kita akan kumpulkan untuk kita daur ulang,” pungkas dia.

Topik Menarik