Sarah Sechan Kritik Raffi Ahmad soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Singgung Integritas

Sarah Sechan Kritik Raffi Ahmad soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Singgung Integritas

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:48
share

JAKARTA, iNews.id - Klarifikasi Raffi Ahmad terkait kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, masih menuai sorotan. Kali ini, presenter Sarah Sechan ikut angkat bicara dan mempertanyakan alasan Raffi tetap berpartisipasi dalam acara tersebut meski mengaku tidak mengetahui detail penyelenggaraannya.

Melalui utas di media sosial pada Sabtu (31/10/2026), Sarah menanggapi video yang memperlihatkan aksi Raffi saat menghadiri deklarasi pada Kamis (29/10/2026).

Sarah menyoroti pernyataan Raffi yang mengaku hanya hadir sebagai tamu undangan dan baru menerima informasi mengenai acara tersebut pada malam sebelum pelaksanaan.

Dalam klarifikasinya, Raffi juga menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan kegiatan. Dia mengaku tidak mengetahui secara rinci susunan acara hingga pihak-pihak yang hadir.

Namun, Sarah menilai posisi Raffi dalam kegiatan tersebut terlihat bukan sekadar sebagai tamu undangan. Menurutnya, Raffi justru tampak mengambil peran sebagai juru bicara atau spokesperson.

“Gini lho rafi, anda tulis klarifikasi bahwa hanya diundang dan tidak tahu detail lebih banyak mengenai acara tsb. Tapi di acara itu terlihat sebagai spokesperson,” tulis Sarah.

Sarah kemudian membandingkan hal tersebut dengan pengalamannya ketika menerima tawaran menjadi pembawa acara maupun tamu dalam sebuah program televisi.

Dia mengaku selalu berusaha mencari tahu secara detail mengenai kegiatan yang mengundangnya, mulai dari penyelenggara, konsep acara, daftar tamu, hingga materi yang harus disampaikan.

“Saya setiap diminta jadi pembawa acara selalu tanya detail; siapa yg bikin, konsep acara, siapa yg hadir, apa yang harus disampaikan, rundown acara, siapa pengisi acara, dll. Saya diundang sbg tamu di acara tv pun selalu tanya apa yg mau dibahas, ada siapa saja di situ. Dan tidak semua acara saya terima,” katanya.

Tak hanya itu, Sarah juga mempertanyakan apakah Raffi tidak mengetahui situasi sebenarnya ketika sudah tiba di lokasi acara. Menurutnya, Raffi masih memiliki kesempatan untuk mencari tahu lebih jauh mengenai kegiatan tersebut.

Termasuk memastikan identitas peserta yang disebut sebagai mahasiswa. Sarah menilai hal itu bisa dilakukan dengan bertanya langsung kepada pihak yang hadir.

“Kalau memang kena prank, pas sampai di lokasi kan bisa lihat di situ ada siapa saja, bisa tanya apakah betul dihadiri mahasiswa. Tanya langsung ke yang ngaku2 mahasiswa mereka dari kampus mana. Bisa langsung kelihatan dong kalau ternyata bukan?” tulisnya.

Sarah juga mempertanyakan keputusan Raffi yang tetap melanjutkan partisipasinya dalam kegiatan tersebut. Dia secara khusus menyinggung aksi Raffi yang terdengar meneriakkan dukungan kepada mahasiswa.

“Nah setelah itu tetap memutuskan untuk partisipasi dalam acara tsb dan teriak ‘hidup mahasiswa!’ ???” lanjut Sarah.

Di akhir unggahannya, Sarah mengingatkan bahwa seseorang memiliki pilihan untuk tidak melanjutkan keterlibatan apabila menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan informasi awal.

“Bisa lho memutuskan untuk pergi. Itu namanya Integritas. Salam tiga jari,” ujarnya.

Sebelumnya, Raffi Ahmad telah menyampaikan klarifikasi melalui Instagram pada Jumat (30/10/2026). Dia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda merupakan undangan yang baru diterima pada malam sebelum acara.

Raffi juga membantah tuduhan bahwa dirinya mengatur kemunculan salah satu merek dalam kegiatan tersebut. Dia menyebut gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek dimaksud sudah berdiri jauh sebelum acara berlangsung.

Dalam pernyataannya, Raffi turut menyampaikan penghormatan kepada mahasiswa yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Dia menegaskan bahwa menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat dan suara mahasiswa penting untuk didengar.

Raffi juga meminta publik memastikan kebenaran informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkan tuduhan. Dia mengaku terbuka terhadap kritik selama disampaikan berdasarkan fakta.

Topik Menarik