LPDP Buka 7 Beasiswa Co-Funding 2026 untuk S2 dan S3 di 5 Negara, Cek Syaratnya

LPDP Buka 7 Beasiswa Co-Funding 2026 untuk S2 dan S3 di 5 Negara, Cek Syaratnya

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:12
share

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka seleksi tujuh program beasiswa Co-Funding 2026 untuk jenjang magister (S2) dan doktor (S3) di sejumlah perguruan tinggi luar negeri. Pendaftaran dibuka hingga 1 Desember 2026, dengan sejumlah program memiliki tenggat pendaftaran kampus yang perlu diperhatikan.

Program beasiswa LPDP Co-Funding ini menawarkan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat, Australia, Jerman, Jepang, dan Irlandia. Pilihan program mencakup bidang biologi, biomedis, teknik, semikonduktor, hingga sains dan teknologi.

Baca juga: Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2026 Dibuka, Simak Persyaratan dan Jadwal Lengkapnya

Tujuh program tersebut tersebar di University of California, Davis; Washington University in St. Louis; The University of Queensland; The University of Sydney; Technische Universität Braunschweig; Nara Institute of Science and Technology; serta University College Dublin.

Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk calon pegawai negeri sipil (CPNS), pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri sesuai ketentuan masing-masing program.

Persyaratan yang ditetapkan berbeda-beda berdasarkan jenjang pendidikan, usia, indeks prestasi kumulatif (IPK), kemampuan bahasa Inggris, dan mekanisme pendaftaran di perguruan tinggi tujuan.

Baca juga: Lewat SAPa KIP-K 2026, UNEJ Dorong Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Kembangkan Potensi

Dikutip dari Instagram @lpdp_ri, Sabtu (31/10/2026) berikut ini informasinya.

7Beasiswa LPDP Co-Funding

1. University of California, Davis – Amerika Serikat

University of California, Davis (UC Davis) menawarkan program beasiswa Co-Funding untuk jenjang doktor (S3). Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri.

Berikut persyaratan yang perlu diperhatikan:

- Batas usia: maksimal 47 tahun.

- IPK minimum: 3,25.

- Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 7,0; TOEFL iBT minimal 80; TOEFL iBT skala 6 minimal 4,5; atau Duolingo English Test minimal 115.

- Durasi studi: 5 tahun.

- Batas pendaftaran kampus: 1 Desember 2026.

Pendaftar harus melakukan pendaftaran secara paralel melalui portal UC Davis dan LPDP. Karena itu, calon peserta perlu memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi tenggat pendaftaran kedua pihak.

2. Washington University in St. Louis – Amerika Serikat

Washington University in St. Louis (WashU) juga menyediakan program beasiswa Co-Funding untuk jenjang doktor. Kesempatan ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri.

Persyaratan umumnya meliputi:- Batas usia: maksimal 47 tahun.

- IPK minimum: 3,25.

Kemampuan bahasa Inggris: IELTS 6,5untuk skala 9/TOEFL iBT 90 untuk skala 120/TOEFL iBT 5 unutk skala 6/Duolingo 125

- Durasi studi: 5 tahun.

Tenggat pendaftaran kampus dibedakan berdasarkan program studi. Pendaftar Roy and Diana Vagelos Division of Biology and Biomedical Sciences memiliki batas pendaftaran 15 November 2026, sedangkan program studi lainnya memiliki tenggat 1 Desember 2026.

Calon peserta harus mendaftar secara paralel melalui portal WashU dan LPDP. Mengingat tenggat salah satu program jatuh pada pertengahan November, pendaftar perlu segera memeriksa persyaratan dan jadwal masing-masing program.

3. The University of Queensland – Australia

The University of Queensland (UQ) membuka kesempatan beasiswa Co-Funding untuk jenjang doktor. Program ini dapat diikuti masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri.

Persyaratan yang tercantum meliputi:

- Batas usia: maksimal 47 tahun.

- IPK minimum: 3,25.

- Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,5; TOEFL iBT minimal 87; atau PTE Academic minimal 64.

- Durasi studi: 4 tahun.

- Batas pendaftaran kampus: 1 Desember 2026.

Pendaftaran dilakukan secara paralel melalui portal The University of Queensland dan LPDP. Calon peserta perlu memastikan program studi yang dipilih memenuhi ketentuan beasiswa.

4. The University of Sydney – Australia

Bagi yang berminat menempuh pendidikan doktor di bidang teknik, The University of Sydney menyediakan program beasiswa Co-Funding yang dapat dipertimbangkan.

Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri, dengan persyaratan sebagai berikut:

- Batas usia: maksimal 47 tahun.

- IPK minimum: 3,25.- Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,5; TOEFL iBT minimal 85; atau PTE Academic minimal 84.

- Durasi studi: 4 tahun.

- Batas pendaftaran kampus: 1 Desember 2026.

Pendaftar perlu mengajukan aplikasi ke The University of Sydney dan LPDP secara paralel. Pastikan persyaratan akademik dan kemampuan bahasa Inggris telah sesuai dengan ketentuan program doktor bidang teknik yang dituju.

5. Technische Universität Braunschweig – Jerman

Technische Universität Braunschweig di Jerman menawarkan program beasiswa Co-Funding untuk jenjang doktor di bidang semikonduktor.

Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri. Berikut persyaratannya:

- Batas usia: maksimal 47 tahun.

- IPK minimum: 3,25.

- Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,5; TOEFL iBT minimal 90; atau TOEFL iBT skala 6 minimal 4,5.

- Durasi studi: 4 tahun.

Berbeda dengan beberapa program lainnya, pendaftaran dilakukan melalui portal LPDP dengan melampirkan letter of intent atau cover letter yang ditujukan kepada Technische Universität Braunschweig.

Calon peserta perlu mempersiapkan surat tersebut dengan menjelaskan minat akademik, tujuan studi, dan relevansi bidang semikonduktor dengan rencana pengembangan keilmuan atau karier.

6. Nara Institute of Science and Technology – Jepang

Nara Institute of Science and Technology (NAIST) menyediakan program beasiswa Co-Funding untuk jenjang magister (S2) dan doktor (S3).

Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri. Persyaratannya dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan.

Jenjang magister (S2):

- Batas usia: maksimal 37 tahun.

- IPK minimum: 3,00.

- Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,0; TOEFL iBT minimal 74; TOEFL iBT skala 6 minimal 4,0; atau Duolingo English Test minimal 115.- Durasi studi: 2 tahun.

Jenjang doktor (S3):

- Batas usia: maksimal 47 tahun.

- IPK minimum: 3,00.

- Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,0; TOEFL iBT minimal 74; TOEFL iBT skala 6 minimal 4,0; atau Duolingo English Test minimal 115.

- Durasi studi: 3 tahun.

Pendaftaran dilakukan secara paralel melalui portal NAIST dan LPDP. Tenggat pendaftaran NAIST tercatat pada 1 Desember 2026.

Calon peserta perlu memeriksa persyaratan masing-masing jenjang agar dokumen akademik dan bukti kemampuan bahasa Inggris sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

7. University College Dublin – Irlandia

University College Dublin (UCD) menawarkan program beasiswa Co-Funding untuk jenjang magister (S2) dengan durasi studi satu tahun.

Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri. Batas usia pendaftar dibedakan berdasarkan kategori peserta.

Berikut persyaratannya:

- Masyarakat umum: maksimal 35 tahun.

- CPNS/PNS: maksimal 37 tahun.

- TNI/Polri: maksimal 40 tahun.

- PNS dengan jabatan fungsional peneliti, perekayasa, medis, paramedis, atau pendidik: maksimal 42 tahun.

- IPK minimum: 3,00.- Kemampuan bahasa Inggris: IELTS minimal 6,5; TOEFL iBT minimal 90; TOEFL iBT skala 6 minimal 4,5; atau Duolingo English Test minimal 120.

- Durasi studi: 1 tahun.

Batas pendaftaran kampus: 1 Desember 2026.

Pendaftaran dilakukan secara paralel melalui portal University College Dublin dan LPDP. Pendaftar perlu memastikan kategori usia yang sesuai dengan status masing-masing serta melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan.

Ketentuan bagi Peserta Seleksi LPDP Tahap 2 2026

Calon peserta yang sebelumnya telah mengikuti Seleksi LPDP Tahap 2 2026 juga perlu memperhatikan ketentuan khusus apabila ingin beralih mendaftar program Co-Funding.

Bagi peserta yang ingin mendaftar sebelum 30 November 2026, pengunduran diri dari proses seleksi LPDP Tahap 2 perlu diajukan terlebih dahulu melalui layanan tiket bantuan LPDP.

Sementara itu, bagi peserta yang mendaftar setelah 30 November 2026, ketentuannya dibedakan berdasarkan hasil seleksi substansi Tahap 2.

Peserta yang tidak lulus seleksi substansi dapat langsung mendaftar program Co-Funding. Adapun peserta yang dinyatakan lulus seleksi substansi harus mengajukan pengunduran diri melalui tiket bantuan LPDP terlebih dahulu apabila tetap ingin mengikuti seleksi Co-Funding.

Lini Masa Seleksi Beasiswa LPDP Co-Funding

1. Pendaftaran: 28 Oktober-1 Desember 2026

2. Seleksi administrasi: 2-17 Desember 2026

3. Pengumuman hasil seleksi administrasi: 18 Desember 2026

4. Pengajuan sanggah: 19-23 Desember 2026

5. Pengumuman hasil sanggah: 20 Januari 2027

6. Seleksi substansi: NAIST, UYD: 25 Januari-11 Februasi 2027 dan program lainnya: 25 Januari-25 Februari 2026

7. Pengumuman hasil: NAIST, UYD: 12 Februari 2027 dan TU Braunschweig WashU, UQ dan UC Davis pada 24 Maret 2027, kemudian untuk UCD pada 21 April 2027

8. Perkuliahan paling cepat:

NAIST dan UYD: April 2027 TU Braunschweig WashU, UQ dan UC Davis : Juli 2027WashU: Agustus 2027UCD: September 2027.

Topik Menarik