Kenapa Halloween Identik dengan Cokelat dan Permen? Ternyata Ada Sejarah Panjang di Baliknya

Kenapa Halloween Identik dengan Cokelat dan Permen? Ternyata Ada Sejarah Panjang di Baliknya

Gaya Hidup | okezone | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:05
share

SETIAP tanggal 31 Oktober, perayaan Halloween identik dengan berbagai hal menyeramkan. Mulai dari kostum hantu, dekorasi labu berwajah seram, hingga tradisi anak-anak berkeliling dari rumah ke rumah untuk meminta permen atau dikenal dengan istilah trick-or-treating.

Selain kostum dan dekorasi, cokelat serta permen menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari perayaan Halloween. Berbagai jenis camilan manis, mulai dari cokelat batangan, permen warna-warni, hingga candy corn, biasanya dibagikan kepada anak-anak maupun disajikan dalam pesta Halloween.

Namun, pernahkah terpikir mengapa Halloween begitu identik dengan cokelat dan permen? Menariknya, tradisi tersebut ternyata tidak berasal dari kebiasaan awal masyarakat yang merayakan Halloween.

Sebelum permen menjadi sajian utama, masyarakat justru lebih akrab dengan kue tradisional, apel, kacang-kacangan, dan berbagai hasil panen lainnya. Popularitas permen Halloween baru berkembang pada abad ke-20, seiring dengan pertumbuhan industri makanan dan perubahan kebiasaan masyarakat Amerika Serikat.

1. Berawal dari Tradisi Kuno Samhain

Dilansir dari CNN International, sejarah Halloween diyakini berakar dari Samhain, sebuah perayaan kuno masyarakat Celtic yang telah berlangsung jauh sebelum agama Kristen berkembang di Eropa. Samhain merupakan perayaan yang menandai berakhirnya musim panen dan dimulainya musim dingin.

Masyarakat pada masa itu meyakini bahwa pada malam tersebut, batas antara dunia manusia dan dunia roh menjadi lebih tipis sehingga roh orang yang telah meninggal dapat kembali mengunjungi dunia manusia. Untuk memperingatinya, masyarakat menyalakan api unggun dan menjalankan berbagai ritual tradisional.

Salah satu kebiasaan yang dikenal adalah mumming, yakni sekelompok orang yang mengenakan kostum dan mendatangi rumah-rumah untuk melakukan pertunjukan. Sebagai imbalannya, mereka memperoleh makanan dan minuman dari penghuni rumah.

Seiring perkembangan zaman, tradisi Samhain kemudian berhubungan dengan perayaan Kristen All Saints' Day atau All Hallows' Day yang diperingati setiap 1 November. Malam sebelumnya dikenal sebagai All Hallows' Eve, yang kemudian berkembang menjadi Halloween dan diperingati setiap 31 Oktober.

Tradisi ini kemudian menyebar ke Amerika Serikat melalui imigran Irlandia sekitar pertengahan abad ke-19. Penyebaran utamanya terjadi ketika terjadi bencana kelaparan kentang di Irlandia.

2. Sebelum Ada Permen, Halloween Identik dengan Kue, Apel, dan Kacang

Jauh sebelum cokelat dan permen mendominasi Halloween, masyarakat memiliki beragam tradisi makanan yang berkaitan dengan perayaan tersebut. Salah satunya adalah soul cakes, yaitu kue kecil berbentuk bulat dengan tekstur menyerupai biskuit shortbread.

Kue ini dibagikan kepada orang-orang yang melakukan tradisi souling. Mereka biasanya mendatangi rumah-rumah sambil menyanyikan lagu dan memanjatkan doa bagi orang-orang yang telah meninggal.

Sebagai imbalan, penghuni rumah memberikan soul cakes kepada mereka. Tradisi tersebut umumnya melibatkan anak-anak dan masyarakat kurang mampu. Selain kue tradisional, apel dan kacang-kacangan juga menjadi bagian penting dari makanan Halloween.

Pada abad ke-19, masyarakat Amerika mengenal permainan apple bobbing. Permainan ini dilakukan dengan memasukkan sejumlah apel ke dalam wadah berisi air. Peserta kemudian berusaha mengambil apel menggunakan mulut tanpa bantuan tangan.

Menariknya, permainan tersebut dahulu juga dikaitkan dengan ramalan jodoh. Anak muda yang berhasil menggigit apel lebih dahulu dipercaya akan menjadi orang berikutnya yang mendapatkan kesempatan untuk menikah.

Sementara itu, kacang hazelnut dan chestnut menjadi sajian dalam tradisi Nut Crack Night. Dalam beberapa permainan, kacang digunakan sebagai simbol untuk meramalkan hubungan asmara dan calon pasangan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa makanan dalam perayaan Halloween pada masa awal tidak hanya berfungsi sebagai hidangan, tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya.

 

3. Candy Corn Menjadi Salah Satu Permen Khas Halloween

Popularitas permen Halloween mulai berkembang seiring kemajuan industri makanan pada akhir abad ke-19. Salah satu permen yang paling identik dengan Halloween adalah candy corn. Permen ini memiliki bentuk menyerupai biji jagung dengan tiga lapisan warna khas, yakni putih, kuning, dan oranye.

Candy corn diperkirakan mulai muncul pada 1880-an. Permen tersebut diyakini diciptakan oleh George Renninger, seorang pembuat permen yang bekerja di Wunderle Candy Company, Philadelphia.

Pada 1900, Goelitz Candy Company mulai memproduksinya dalam jumlah besar. Bentuk candy corn ternyata terinspirasi dari biji jagung yang saat itu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Amerika. Pasalnya, sekitar setengah penduduk Amerika pada masa tersebut bekerja di sektor pertanian.

Hingga sekarang, candy corn masih menjadi salah satu camilan khas Halloween. Meski rasanya kerap menjadi perdebatan, permen ini tetap memiliki tempat tersendiri dalam tradisi perayaan tersebut.

4. Cokelat Mulai Populer Berkat Produksi Massal

Selain candy corn, perkembangan industri cokelat juga menjadi faktor penting yang membuat Halloween semakin identik dengan makanan manis. Sebelumnya, cokelat tergolong barang mewah yang tidak mudah dijangkau masyarakat umum. Namun, perkembangan teknologi produksi memungkinkan cokelat dibuat dalam jumlah lebih besar dengan harga yang semakin terjangkau.

Salah satu tonggak penting terjadi pada 1900 ketika Hershey's Milk Chocolate Bar mulai diproduksi. Tujuh tahun kemudian, Hershey's Kisses menyusul diperkenalkan ke pasar. Kehadiran pabrik cokelat di Pennsylvania turut mendorong produksi cokelat secara massal sehingga lebih banyak masyarakat dapat menikmatinya.

Pada 1920-an hingga awal 1930-an, berbagai perusahaan mulai memproduksi cokelat batangan yang kemudian populer. Meski begitu, permen belum langsung menjadi makanan utama Halloween. Anak-anak yang melakukan tradisi trick-or-treating masih sering memperoleh kue, buah, kacang-kacangan, mainan, bahkan uang.

5. Dari Tradisi Kuno hingga Industri Permen Modern

Popularitas cokelat dan permen dalam perayaan Halloween bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Ada perjalanan sejarah panjang yang melibatkan tradisi kuno, perubahan budaya, perkembangan industri makanan, hingga strategi pemasaran.

Jika dahulu masyarakat menikmati soul cakes, apel, hazelnut, dan chestnut sebagai bagian dari perayaan, kini cokelat batangan dan permen dalam berbagai bentuk menjadi sajian yang lebih identik dengan Halloween.

Tradisi trick-or-treating pun semakin memperkuat hubungan antara Halloween dan makanan manis. Anak-anak yang berkeliling dari rumah ke rumah untuk mendapatkan permen menjadi salah satu gambaran paling populer dari perayaan ini.

Pada akhirnya, Halloween bukan hanya tentang kostum menyeramkan dan dekorasi labu. Di balik cokelat dan permen yang dibagikan setiap 31 Oktober, terdapat sejarah panjang tentang tradisi, budaya, dan perkembangan industri makanan yang membentuk perayaan Halloween modern.

Topik Menarik