Gagal Ginjal pada Anak Bisa Hambat Pertumbuhan, Ini Penjelasan Dokter

Gagal Ginjal pada Anak Bisa Hambat Pertumbuhan, Ini Penjelasan Dokter

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 05:08
share

JAKARTA, iNews.id - Penyakit ginjal kronik (PGK) pada anak tidak hanya mengganggu fungsi penyaringan darah, tetapi juga dapat menghambat pertumbuhan fisik. Pada tahap akhir atau gagal ginjal, gangguan fungsi ginjal dapat memengaruhi metabolisme vitamin D, penyerapan kalsium, hingga keseimbangan mineral yang dibutuhkan untuk perkembangan tulang.

Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, menjelaskan gangguan mineral tulang dan pertumbuhan menjadi salah satu komplikasi yang dapat dialami anak dengan penyakit ginjal kronik tahap akhir. Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan kepadatan tulang hingga perawakan pendek.

“Yang keempat adalah gangguan mineral tulang dan juga pertumbuhan pada anak. Yang ternyata ginjal ini juga berfungsi untuk metabolisme vitamin D, sehingga apabila ini terganggu, maka nanti kadar vitamin D aktifnya akan menurun, penyerapan kalsium di usus akan menurun, belum lagi pada anak dengan penyakit ginjal tahap akhir fosfatnya juga naik, nanti berpengaruh ke hormon paratiroid,” ujar dr Reza dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (29/10/2026).

Menurut dia, ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan mineral yang diperlukan untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang. Ketika fungsi ginjal menurun, proses tersebut ikut terganggu sehingga berdampak pada kesehatan tulang anak.

“Kompleks mekanismenya ya, tapi nanti akan menyebabkan tulang anak itu bermasalah, jadi kepadatannya itu akan menurun dan juga dapat menyebabkan perawakan pendek pada anak dengan penyakit ginjal kronik tahap akhir,” katanya.

Gangguan pertumbuhan tersebut berkaitan dengan perubahan metabolisme vitamin D, kalsium, fosfat, serta hormon paratiroid. Ketidakseimbangan ini dapat mengganggu proses mineralisasi tulang, sehingga tulang tidak berkembang secara optimal.

Karena itu, anak dengan penyakit ginjal kronik memerlukan pemantauan pertumbuhan dan kesehatan tulang secara berkala. Penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak, termasuk pengawasan terhadap keseimbangan mineral dan faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan.

Lima Komplikasi Gagal Ginjal pada Anak

Selain menghambat pertumbuhan, penyakit ginjal kronik tahap akhir juga dapat memicu komplikasi lain yang memerlukan perhatian medis.

Dr. Reza menjelaskan, terdapat lima komplikasi yang sering ditemukan pada anak dengan penyakit ginjal kronik tahap akhir, yakni hipertensi, anemia, gangguan elektrolit dan asam basa, gangguan mineral tulang dan pertumbuhan, serta gangguan jantung berupa kardiomiopati dilatasi.

Hipertensi dapat terjadi akibat gangguan pengaturan tekanan darah dan kelebihan cairan dalam tubuh. Sementara itu, anemia salah satunya dipicu penurunan produksi hormon eritropoietin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.

Gangguan elektrolit dan asam basa juga dapat muncul karena ginjal tidak lagi mampu mengatur keseimbangan zat-zat penting dalam tubuh secara optimal. Kondisi tersebut antara lain dapat menyebabkan hiperkalemia atau kadar kalium tinggi, hiponatremia atau kadar natrium rendah, serta asidosis metabolik.

Komplikasi lainnya adalah gangguan jantung. Menurut dr. Reza, penurunan fungsi jantung dapat berkaitan dengan akumulasi sejumlah masalah, seperti hipertensi yang tidak tertangani, kelebihan cairan dalam jangka panjang, anemia, dan hiperkalemia.

Mengingat beragam komplikasi yang dapat terjadi, dia mengingatkan pentingnya penanganan menyeluruh bagi anak dengan penyakit ginjal kronik.

“Untuk itu, anak dengan penyakit ginjal kronik harus ditatalaksana secara komprehensif untuk melihat ya berbagai kemungkinan-kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi pada anak tersebut,” ujar dr Reza.

Topik Menarik