Konser Kanye West di Jakarta Catatkan Rekor, 20.500 Tiket Dibeli Penonton Mancanegara
Konser musisi dunia Ye (Kanye West) bertajuk Ye Live in Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta sukses mencatatkan rekor baru dalam industri hiburan Tanah Air. Sebanyak 20.500 tiket resmi terjual kepada penonton dari mancanegara.
Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective selaku promotor konser, Karen Tjahja, mengungkapkan angka tersebut merupakan pencapaian terbesar sepanjang sejarah konser tunggal di Indonesia.
Baca juga: Jam Operasional MRT Jakarta Diperpanjang saat Konser Kanye West, Cek Jadwalnya
"As per today, dengan bangga kita sampaikan sampai saat ini ada 20.500 teman-teman dari luar negeri yang sudah membeli tiket. And I think ini dalam sejarah Indonesia pertama kali sebanyak ini untuk single show," ujar Karen saat konferensi pers jelang konser Ye di Jakarta.
Tingginya antusiasme penonton internasional ini bahkan sempat membuat pihak penyelenggara kewalahan menghadapi keterbatasan penerbangan reguler menuju Indonesia.Karen menceritakan, demi memfasilitasi pembeli tiket yang kehabisan kursi pesawat, pihaknya terpaksa menyewa pesawat carter (charter flight), salah satunya rute dari Filipina.
Baca juga: Kanye West Siap Guncang GBK Hari Ini, Simak Prediksi Setlist Lagunya!
"The struggle is demand for international travelers coming in itu tidak pernah terjadi sebanyak ini untuk single show. Contohnya untuk Philippines, kita harus sampai menambahkan charter flight untuk make sure supply-nya setara dengan demand pembeli tiket," beber Karen.
Menurutnya, langkah tersebut diambil agar para penggemar mancanegara tidak telantar atau gagal berangkat meski telah mengantongi tiket konser.
"Kita enggak mau sampai mereka sudah beli tiket konser, eh ternyata tiket pesawatnya enggak ada. Jadi kita berasa promotor tapi berasa tour agent juga," imbuhnya.
Ia menambahkan, tur promosi dan pre-party sebelumnya memang gencar digelar di berbagai negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, hingga Jepang sebelum mendarat resmi di Jakarta.










