7 Kunci Meraih Keberkahan Hidup, Bukan Sekadar Harta Melimpah

7 Kunci Meraih Keberkahan Hidup, Bukan Sekadar Harta Melimpah

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:43
share

Setiap Muslim tentu mendambakan kehidupan yang penuh berkah. Namun, keberkahan tidak selalu hadir dalam bentuk materi. Ada orang yang hartanya tidak banyak, tetapi hidupnya tenang dan berkecukupan. Ada pula yang memiliki banyak waktu, tetapi kesulitan menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Salah satu petunjuk mengenai keberkahanterdapat dalam Al-Qur'an. Allah Ta'ala berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya: “(Al-Qur'an ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu (wahai Muhammad) yang penuh berkah supaya mereka menghayati ayat-ayatnya dan orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (QS Shad: 29).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur'an merupakan kitab yang penuh berkah. Umat Islam tidak cukup hanya membacanya, tetapi juga perlu memahami, merenungkan, dan mengamalkan petunjuk yang terkandung di dalamnya.

Baca juga:Makna Berkah dalam Islam dan 4 Ciri Orang yang Mendapatkannya

Dengan demikian, salah satu jalan meraih keberkahan hidup adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui Al-Qur'an, amal saleh, dan ketaatan kepada-Nya.

Contoh Keberkahan Hidup dalam Keseharian

Keberkahan hidup dapat dirasakan dalam berbagai keadaan. Salah satu contohnya adalah ketika bulan Ramadhan tiba. Umat Islam menjalankan puasa, melaksanakan salat tarawih, membaca Al-Qur'an, bersedekah, serta tetap menjalankan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.Kesibukan tersebut tidak selalu membuat waktu terasa sia-sia. Sebaliknya, Ramadhan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama.

Contoh lainnya adalah menjaga silaturahmi. Rasulullah ﷺ menjelaskan keutamaan menyambung hubungan kekerabatan dalam hadis berikut:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat. Silaturahmi bukan hanya mempererat persaudaraan, melainkan juga merupakan amalan yang dijanjikan memiliki keutamaan berupa kelapangan rezeki dan panjangnya umur.

7 Kunci Meraih Keberkahan Hidup

Ada sejumlah amalan yang dapat dilakukan umat Islam untuk menjemput keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut tujuh di antaranya.

1. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup bagi umat Islam. Membacanya, mempelajari maknanya, serta mengamalkan ajarannya menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.

Sebagaimana dijelaskan dalam QS Shad ayat 29, Al-Qur'an diturunkan sebagai kitab yang penuh berkah agar manusia merenungkan ayat-ayatnya dan mengambil pelajaran.

Karena itu, membiasakan diri membaca Al-Qur'an setiap hari, meskipun hanya beberapa ayat, dapat menjadi langkah sederhana untuk memperkuat iman dan memperbaiki kualitas kehidupan.

2. Memanfaatkan Bulan Ramadan

Ramadan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa, memperbanyak membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan meningkatkan amal saleh.

Momentum Ramadan juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan, mengendalikan hawa nafsu, serta meningkatkan kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan.Keberkahan Ramadan hendaknya tidak berhenti ketika bulan tersebut berakhir. Nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama Ramadhan perlu dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Salah satu keistimewaan Ramadan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Allah Ta'ala berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS Al-Qadr: 3).

Ayat tersebut menerangkan keutamaan Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Karena itu, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, antara lain dengan salat malam, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan berdoa.

Kesempatan ini menjadi momentum untuk memohon ampunan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.

4. Tidak Meninggalkan Sahur

Sahur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan ketika menjalankan puasa. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Keberkahan sahur menunjukkan bahwa amalan yang tampak sederhana pun memiliki nilai dalam Islam. Selain mengikuti sunah Rasulullah ﷺ, sahur membantu orang yang berpuasa mempersiapkan diri untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak meremehkan sahur meskipun hanya dapat menyantap makanan atau minuman dalam jumlah sederhana.

5. Memperbanyak Istighfar

Memohon ampun kepada Allah atau beristighfar merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Istighfar bukan hanya bentuk pengakuan atas dosa dan kekurangan diri, tetapi juga wujud ketundukan seorang hamba kepada Tuhannya.

Dalam Surah Nuh ayat 10–12, Allah Ta'ala mengisahkan seruan Nabi Nuh kepada kaumnya agar memohon ampun kepada-Nya.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ۝ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ

Artinya: “Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu.’” (QS Nuh: 10–12).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa istighfar berkaitan dengan turunnya rahmat Allah dan berbagai karunia-Nya. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan membiasakan istighfar dalam berbagai keadaan, seraya memperbaiki diri dan menjauhi perbuatan dosa.

6. Memanfaatkan Waktu Pagi

Waktu pagi merupakan kesempatan untuk memulai aktivitas dengan doa, zikir, belajar, bekerja, dan melakukan berbagai kebaikan.

Rasulullah ﷺ bahkan mendoakan keberkahan bagi umatnya pada waktu pagi. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, disebutkan doa beliau:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا

Artinya: “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi mereka.”Hadis tersebut menjadi salah satu dasar untuk menghargai waktu pagi dan memanfaatkannya bagi kegiatan yang bermanfaat.

Umat Islam dapat memulainya dengan bangun untuk salat Subuh, membaca Al-Qur'an, berzikir, kemudian menjalankan pekerjaan dengan niat yang baik. Kebiasaan ini dapat membantu membangun kedisiplinan sekaligus membuat waktu lebih terarah.

7. Menjaga Silaturahmi

Menjaga hubungan dengan orang tua, saudara, dan kerabat merupakan amalan penting dalam Islam. Silaturahmi dapat dilakukan dengan mengunjungi keluarga, menanyakan kabar, membantu ketika dibutuhkan, atau sekadar menghubungi mereka melalui telepon.

Rasulullah ﷺ telah menjelaskan keutamaan menyambung silaturahmi dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, yakni dilapangkan rezeki dan dipanjangkan umur.

Karena itu, jangan sampai kesibukan sehari-hari membuat hubungan kekeluargaan terabaikan. Menyempatkan diri untuk menjaga komunikasi dan membantu kerabat yang membutuhkan merupakan bentuk kebaikan yang dapat memperkuat ikatan persaudaraan.

Keberkahan Bukan tentang Banyaknya Harta, Melainkan Manfaatnya

Pada akhirnya, hidup yang penuh berkah bukan berarti kehidupan tanpa ujian atau kesulitan. Setiap manusia memiliki persoalan dan tantangan masing-masing. Namun, keberkahan dapat tercermin dari kemampuan seseorang menjalani kehidupan dengan rasa syukur, menggunakan rezekinya untuk kebaikan, serta memanfaatkan waktunya secara bertanggung jawab.

Harta yang sedikit bisa mencukupi kebutuhan apabila digunakan dengan bijak. Waktu yang terbatas dapat menghasilkan banyak kebaikan jika dimanfaatkan secara tepat. Begitu pula usia yang tidak panjang dapat meninggalkan manfaat besar melalui ilmu, amal saleh, dan kebaikan yang diwariskan kepada orang lain.

Untuk menjemput keberkahan, umat Islam dapat memulainya dari kebiasaan sederhana, seperti membaca Al-Qur'an setiap hari, memperbanyak istighfar, menjaga salat, memanfaatkan waktu pagi, dan menyambung silaturahmi.

Sebab, keberkahan bukan hanya tentang seberapa banyak yang dimiliki, tetapi juga seberapa besar kebaikan yang Allah limpahkan melalui apa yang dimiliki tersebut.

Baca juga:9 Etika Bermedsos dalam Islam, Jaga Lisan hingga Jejak Digital

Topik Menarik