Kapan Waktu yang Tepat Menyiram Anggrek? Jangan Terlalu Sering agar Rajin Berbunga

Kapan Waktu yang Tepat Menyiram Anggrek? Jangan Terlalu Sering agar Rajin Berbunga

Gaya Hidup | okezone | Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:05
share

JAKARTA - Anggrek selalu jadi tanaman hias yang digemari, karena bunganya cantik dan bisa memperindah ruangan. Namun, agar anggrek tetap tumbuh sehat dan berbunga dengan baik, pemiliknya perlu memahami cara merawat tanaman ini, termasuk menentukan waktu penyiraman yang tepat.

Menyiram anggrek memang terlihat sederhana. Meski begitu, terlalu banyak memberikan air justru bisa membuat tanaman kesayangan ini mengalami masalah, bahkan mati akibat akarnya membusuk.

Melansir Southern Living, anggrek umumnya tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering. Frekuensinya bisa berkisar satu hingga dua minggu sekali, tergantung pada kondisi lingkungan dan media tanam yang digunakan.

Suhu, intensitas cahaya, kelembapan udara, serta jenis media tanam menjadi beberapa faktor yang memengaruhi kebutuhan air anggrek. Semakin hangat suhu lingkungan dan semakin banyak cahaya yang diterima, media tanam biasanya akan lebih cepat mengering sehingga tanaman mungkin membutuhkan air lebih sering.

Sebaliknya, anggrek yang berada di lingkungan lembap cenderung membutuhkan penyiraman lebih jarang. Karena itu, pemilik tanaman sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal penyiraman yang tetap.

Cara Mengenali Anggrek Butuh Air

Salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah anggrek perlu disiram adalah dengan mengangkat potnya. Jika pot terasa lebih ringan daripada biasanya, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa media tanam mulai mengering dan tanaman membutuhkan air.

Anggrek umumnya ditanam menggunakan media seperti kulit kayu atau campuran khusus yang memungkinkan udara mengalir di sekitar akar. Media ini perlu dibiarkan mengering di antara waktu penyiraman agar akar tidak terus-menerus berada dalam kondisi basah.

Selain memperhatikan berat pot, kamu juga perlu memeriksa kondisi akar dan media tanam. Jangan langsung menyiram hanya karena permukaan media terlihat kering, sebab bagian dalamnya mungkin masih menyimpan cukup banyak air.

Ingat ya, penyiraman berlebihan bisa menyebabkan akar membusuk, sehingga tanaman kesulitan menyerap air dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh. Akibatnya, anggrek bisa terlihat layu meskipun media tanamnya basah.

Untuk menghindari masalah tersebut, pastikan pot memiliki lubang drainase agar kelebihan air bisa keluar dengan baik. Setelah menyiram, jangan biarkan air menggenang di bagian bawah pot atau wadah dekoratif.

Cara Menyiram Anggrek yang Benar

Saat menyiram anggrek, pastikan air membasahi media tanam dan mencapai bagian akar. Setelah itu, biarkan kelebihan air mengalir keluar melalui lubang drainase sebelum pot dikembalikan ke tempatnya.

Gunakan air bersuhu ruang dan hindari membiarkan akar terendam air dalam waktu lama. Es batu juga sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti penyiraman, karena anggrek tropis lebih cocok mendapatkan air dengan suhu yang tidak terlalu dingin.

Jika anggrek diletakkan di dalam ruangan, perhatikan juga kondisi cahaya dan kelembapan di sekitarnya. Letakkan tanaman di tempat yang mendapat cahaya terang tidak langsung agar pertumbuhannya tetap optimal.

Jadi, kunci merawat anggrek bukan sekadar menyiramnya secara rutin, melainkan memahami kebutuhan air tanaman berdasarkan kondisi media tanam dan lingkungannya. Dengan penyiraman yang tepat serta drainase yang baik, anggrek berpeluang tumbuh lebih sehat dan mempertahankan keindahan bunganya lebih lama.

Topik Menarik