Kasus Influenza A Melonjak, Waspada Gejala dan Risiko Penularannya
Kasus influenza A menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir setelah adanya laporan peningkatan pasien dengan gejala mirip flu di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk di Surabaya, Jawa Timur.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terlebih setelah muncul informasi mengenai meningkatnya pasien influenza A hingga membuat sejumlah ruang perawatan anak dan instalasi gawat darurat di beberapa rumah sakit sempat ramai.
Namun, informasi mengenai rumah sakit yang disebut penuh akibat influenza A perlu disikapi secara hati-hati. Salah satu rumah sakit di Surabaya membenarkan adanya peningkatan pasien dengan keluhan mirip flu, tetapi membantah kondisi rumah sakit sampai penuh didominasi pasien influenza.
Di tingkat nasional, data surveilans Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya peningkatan proporsi kasus influenza. Pada pekan ke-35, proporsi positif influenza mencapai 27 dari spesimen yang diperiksa, naik dari 17 pada pekan sebelumnya.
Baca Juga : Kasus Influenza Masih Jadi Tantangan, Akses Vaksinasi Harus DiperluasMemasuki pekan ke-36, proporsinya kembali meningkat. Data hingga 12 September 2026 menunjukkan proporsi influenza mencapai 38 dari spesimen yang diperiksa, dibandingkan 22 pada minggu sebelumnya.
Meski demikian, Kementerian Kesehatan masih mengkategorikan aktivitas influenza di Indonesia dalam level rendah. Artinya, kenaikan proporsi hasil positif belum serta-merta menunjukkan kondisi sebagai wabah nasional.
Pada pekan ke-35, dari 175 spesimen yang diperiksa, ditemukan 66 kasus positif influenza. Sebanyak 63 kasus merupakan influenza A(H1N1)pdm09, dua kasus influenza A(H3N2), dan satu kasus influenza B Victoria.
Sementara itu, salah satu varian yang turut menjadi perhatian adalah influenza A(H3N2) subclade K. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, subclade tersebut telah terdeteksi di 13 provinsi, dengan proporsi terbesar berada di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Baca Juga : 3 Persamaan Influenza A dan Covid-19 yang Menyerang ChinaInfluenza A Bukan Hal Baru
Influenza A sebenarnya bukan virus baru. Virus ini merupakan salah satu penyebab utama influenza musiman pada manusia dan dapat menular melalui percikan pernapasan maupun kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.
Gejala yang muncul umumnya berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, serta rasa tidak enak badan.
Pada sebagian besar orang, influenza dapat membaik dengan perawatan dan istirahat yang cukup. Namun, kelompok tertentu seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan kondisi medis tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Kementerian Kesehatan sebelumnya juga mencatat bahwa influenza A(H3N2) subclade K telah bersirkulasi di Indonesia. Data surveilans menunjukkan influenza memang dapat bersirkulasi sepanjang tahun, dengan peningkatan influenza A(H3N2) pada periode September-Oktober yang konsisten dengan pola influenza musiman.WHO Catat Aktivitas Influenza Meningkat di Asia Tenggara
Kenaikan aktivitas influenza juga tidak hanya terjadi di Indonesia. Laporan WHO untuk pekan epidemiologi ke-35 2026 menunjukkan positivity rate influenza di kawasan meningkat dari 13 pada pekan ke-33 menjadi 14 pada pekan ke-35.
WHO mencatat aktivitas influenza terus meningkat di kawasan Asia Tenggara, terutama di Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, dan Vietnam. Subtipe yang paling banyak terdeteksi di kawasan tersebut adalah influenza A(H3), disusul A(H1N1)pdm09 dan influenza B Victoria.
Situasi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan gejala flu yang muncul, terutama ketika disertai demam tinggi, sesak napas, penurunan kesadaran, atau kondisi yang memburuk dengan cepat.
Menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta menghindari kontak dekat ketika mengalami gejala dapat membantu mengurangi risiko penularan.
Dengan meningkatnya aktivitas influenza, masyarakat juga perlu membedakan antara kenaikan kasus yang terpantau secara lokal dengan kondisi epidemi nasional. Hingga laporan Kementerian Kesehatan per 12 September 2026, aktivitas influenza di Indonesia masih berada dalam kategori rendah meski proporsi hasil positif menunjukkan peningkatan.









