Dengue Bisa Menginfeksi Lebih dari Sekali, Infeksi Berikutnya Berisiko Lebih Berat
JAKARTA, iNews.id - Dengue bukan penyakit yang hanya bisa menyerang seseorang satu kali. Seseorang yang pernah terinfeksi virus dengue masih dapat kembali mengalami infeksi, bahkan infeksi berikutnya berpotensi menyebabkan kondisi yang lebih berat.
Hal ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di Indonesia yang merupakan negara tropis dengan status hiperendemis dengue. Kondisi tersebut membuat risiko penularan dapat berlangsung sepanjang tahun, tanpa memandang usia, tempat tinggal, maupun gaya hidup.
Dalam materi KOBAR Lawan Dengue yang merujuk pada temuan terbaru, disebutkan bahwa seseorang dapat terinfeksi virus dengue lebih dari satu kali, dengan potensi infeksi berikutnya berisiko lebih berat.
Artinya, riwayat pernah terkena dengue tidak membuat seseorang sepenuhnya terbebas dari risiko penyakit tersebut.
Infeksi Dengue Bisa Terjadi Berulang
Dengue disebabkan oleh virus dengue yang memiliki beberapa serotipe. Seseorang yang telah terinfeksi salah satu serotipe masih dapat terinfeksi oleh serotipe lainnya.
Karena itu, seseorang yang sebelumnya pernah mengalami dengue tetap perlu mewaspadai gejala ketika kembali mengalami demam atau keluhan yang mengarah pada infeksi dengue.
Risiko ini menjadi salah satu alasan pencegahan dengue tetap penting dilakukan meski seseorang sudah pernah terkena penyakit tersebut.
Peneliti senior Universitas Gadjah Mada Diah Ayu Puspandari mengatakan, dengue masih memberikan dampak besar, bukan hanya terhadap kesehatan, tetapi juga terhadap pasien dan keluarga.
"Temuan kami menegaskan bahwa dengue menimbulkan beban ekonomi nasional yang besar, menyentuh sistem pembiayaan kesehatan sekaligus keuangan keluarga Indonesia," ungkap Diah dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi dampak dengue terhadap masyarakat.
"Pencegahan dengue menjadi cara nyata untuk meringankan tekanan ekonomi pada keluarga Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan dan efektivitas sistem pembiayaan kesehatan nasional," tambah Diah.
Infeksi Berikutnya Perlu Diwaspadai
Dengue memiliki spektrum penyakit yang beragam. Sebagian pasien dapat mengalami gejala ringan, tetapi sebagian lainnya dapat berkembang menjadi kondisi serius.
Karena itu, demam yang muncul setelah seseorang memiliki riwayat dengue sebelumnya tidak sebaiknya dianggap sebagai penyakit biasa.
Masyarakat perlu memperhatikan perkembangan gejala dan segera mencari pertolongan medis apabila kondisi memburuk.
Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai pada pasien dengue antara lain perdarahan, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, tubuh terasa sangat lemas, serta perubahan kondisi tubuh yang terjadi ketika demam mulai turun.
Fase tersebut penting diperhatikan karena kondisi pasien dengue dapat berubah dengan cepat.
Pencegahan Tetap Jadi Kunci
Risiko infeksi berulang membuat upaya pencegahan dengue tetap diperlukan. Pencegahan tidak hanya dilakukan ketika kasus sedang meningkat, tetapi perlu menjadi kebiasaan sepanjang tahun.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Upaya tersebut juga dapat diperkuat dengan pemantauan jentik melalui Jumantik, surveilans, deteksi dini, serta pengendalian vektor.
Selain metode konvensional, Indonesia juga mengembangkan sejumlah inovasi dalam pengendalian dengue, termasuk teknologi Wolbachia dan vaksinasi dengue sesuai kebijakan pemerintah.
Ketua KOBAR Lawan Dengue dr Suir Syam mengatakan, berbagai upaya tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama.
"Dengue masih menjadi persoalan kesehatan yang serius karena setiap tahun masih merenggut nyawa, tetapi ini bukan penyakit yang tidak dapat dikendalikan," ungkap dr Suir.
Dia mendorong pengendalian dengue dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pencegahan hingga deteksi dini.
"Melalui momentum ASEAN Dengue Day 2026, kami mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh masyarakat untuk membangun gerakan nasional melawan dengue melalui pencegahan, deteksi dini, pengendalian vektor, inovasi kesehatan, dan edukasi yang berkelanjutan," lanjutnya.
Dengan risiko infeksi lebih dari satu kali, masyarakat perlu memahami bahwa pernah terkena dengue bukan berarti sudah terbebas dari penyakit tersebut. Pencegahan, kewaspadaan terhadap gejala, dan penanganan medis sejak dini tetap menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko dengue berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.









