Asap Rokok hingga Debu Bisa Perburuk Batuk Berdahak, Ini Harus Dihindari
JAKARTA, iNews.id - Asap rokok hingga debu menjadi beberapa faktor yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk keluhan batuk berdahak. Sebab itu, menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar penting dilakukan agar saluran pernapasan tidak terus terpapar pemicu iritasi.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi udara, terutama ketika tubuh sedang mengalami batuk berdahak. Udara yang terlalu kering serta paparan partikel tertentu dapat membuat saluran pernapasan terasa tidak nyaman.
Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, dr Cecep menyarankan masyarakat menghindari asap rokok dan debu yang berpotensi memicu iritasi. Dia juga mengingatkan penggunaan pendingin ruangan atau AC dengan udara yang terlalu kering dapat memperburuk ketidaknyamanan pada sebagian orang.
“Asap rokok, debu, dan udara AC yang terlalu kering bisa bikin iritasi dan memicu produksi dahak makin banjir. Pakai masker kalau beberes rumah atau gunakan humidifier kalau kamar terlalu kering,” ujar dr Cecep.
Cara Menjaga Kualitas Udara saat Batuk Berdahak
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan pemicu iritasi ketika mengalami batuk berdahak.
Pertama, hindari asap rokok, baik dari rokok yang diisap sendiri maupun asap rokok orang lain. Paparan asap rokok dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk gejala batuk.
Kedua, kurangi paparan debu, terutama saat membersihkan rumah. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi partikel debu yang terhirup selama kegiatan bersih-bersih.
Ketiga, perhatikan kelembapan udara di dalam ruangan. Jika udara terlalu kering, penggunaan pelembap udara atau humidifier dapat dipertimbangkan. Namun, perangkat tersebut harus dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi sumber pertumbuhan jamur atau penyebaran mikroorganisme.
Selain menjaga kualitas udara, memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga penting ketika sedang batuk. Minum air yang cukup membantu menjaga kecukupan cairan selama pemulihan, meskipun bukti mengenai efek langsungnya dalam mengencerkan dahak masih terbatas.
Kapan Batuk Berdahak Harus Diperiksakan?
Batuk berdahak tidak selalu menandakan kondisi serius. Namun, gejala yang menyertai dan lamanya batuk perlu diperhatikan untuk menentukan kapan seseorang membutuhkan pemeriksaan medis.
Segera cari pertolongan medis jika batuk disertai sesak napas berat atau darah. Demam tinggi yang berlangsung lebih dari tiga hari dan batuk yang tidak membaik setelah dua minggu juga perlu diperiksakan ke dokter.
Menghindari asap rokok, mengurangi paparan debu, serta menjaga kualitas udara di dalam ruangan, risiko iritasi saluran pernapasan dapat dikurangi. Langkah tersebut dapat mendukung kenyamanan selama pemulihan, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan medis jika keluhan menetap atau semakin berat.









