Sering Tidur Lewat Tengah Malam? Dokter Ungkap Risiko Kematian Naik 53 Persen

Sering Tidur Lewat Tengah Malam? Dokter Ungkap Risiko Kematian Naik 53 Persen

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 5 September 2026 - 19:21
share

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan tidur hingga melewati tengah malam ternyata perlu diwaspadai. Selain dapat mengganggu ritme biologis tubuh, kebiasaan tidur setelah pukul 00.00 dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dari berbagai penyebab.

Hal tersebut disoroti dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata melalui utas di akun Threads miliknya. Dia membahas temuan penelitian ilmiah berjudul Association of sleep timing with all-cause and cardiovascular mortality: the Sleep Heart Health Study and the Osteoporotic Fractures in Men Study.

dr Adam mengaku langsung memperhatikan kembali jadwal tidurnya setelah membaca penelitian tersebut. “Gue berusaha tidur sebelum tengah malam setelah baca jurnal ini,” tulis dr Adam, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, penelitian yang menganalisis kebiasaan tidur masyarakat di Amerika Serikat menemukan adanya hubungan antara waktu tidur yang terlalu larut dan peningkatan risiko kematian.

"Ada penelitian yang menganalisis kebiasaan tidur di Amerika Serikat. Nah ternyata hasilnya menarik, yaitu kebiasaan tidur setelah tengah malam (Jam 00:00) meningkatkan risiko kematian hingga 53 persen lebih tinggi," katanya.

Tak hanya tidur terlalu malam, kebiasaan bangun terlalu siang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Penelitian tersebut mencatat risiko lebih tinggi pada orang yang terbiasa bangun setelah pukul 08.00.

"Hasil menarik lainnya adalah kebiasaan bangun telat (diatas jam 08:00) juga meningkatkan risiko kematian hingga 39 persen lebih tinggi," tambah dr Adam.

Berkaitan dengan Ritme Sirkadian

dr Adam menjelaskan, salah satu hal yang berkaitan dengan temuan tersebut adalah terganggunya ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ritme ini berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk siklus tidur dan bangun.

Jika pola tidur dan bangun terus bergeser dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan kronis yang pada akhirnya meningkatkan risiko komplikasi.

"Kebiasaan tidur tengah malam ini berhubungan dengan beberapa penyakit kronis, sehingga meningkatkan risiko kematian," ujarnya.

Meski demikian, dr Adam mengingatkan masyarakat agar tidak salah memahami hasil penelitian tersebut. Dia menekankan bahwa penelitian yang dibahas menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan bukti bahwa tidur setelah tengah malam secara langsung menjadi penyebab kematian.

“Yang perlu diingat adalah penelitian ini sifatnya asosiasi, bukan penyebab langsung kematian. Namun hasilnya tetap perlu dicermati dan jadi pengingat untuk menjaga pola tidur lebih baik," pungkas dr. Adam.

Sebab itu, menjaga jadwal tidur yang teratur menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kesehatan dalam jangka panjang. Kebiasaan tidur cukup dan konsisten juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh serta pola aktivitas sehari-hari.

Topik Menarik