Roy Sungkono dan Sintya Marisca Ungkap Tantangan Bermain di Serial Original Vision+ My Chef in Crime

Roy Sungkono dan Sintya Marisca Ungkap Tantangan Bermain di Serial Original Vision+ My Chef in Crime

Gaya Hidup | inews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:23
share

JAKARTA, iNews.id – Serial original Vision+ My Chef in Crime menghadirkan konsep baru sebagai serial thriller kriminal kuliner pertama di Indonesia. Dibintangi Roy Sungkono dan Sintya Marisca, serial ini memadukan misteri, investigasi, dan dunia kuliner dalam mengungkap kasus pembunuhan melalui petunjuk forensik dari makanan.

Serial yang disutradarai Sondang Pratama ini menceritakan sosok Rama, seorang chef berbakat yang mendadak menjadi tersangka utama atas kematian rival lamanya. Demi membersihkan namanya, Rama memanfaatkan keahlian memasaknya untuk menelusuri pelaku sebenarnya.

Dalam penyelidikannya, Rama bekerja sama dengan Servita (Vita), seorang detektif penyidik junior yang juga merupakan mantan kekasihnya. Keduanya kemudian mengungkap konspirasi besar yang melibatkan penyelundupan rempah ilegal, perdagangan manusia, hingga rahasia kelam keluarga.

Serial ini turut dibintangi Sarah Felicia, Jeremie Tobing, Ajeng Fauziiah, dan Sarah Sechan. Saat peluncuran serial di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Rabu (5/8/2026), Roy Sungkono dan Sintya Marisca menceritakan tantangan yang mereka hadapi dalam mendalami karakter masing-masing.

Bagi Sintya Marisca, tantangan terbesar memerankan Servita bukan sekadar tampil tegas sebagai penyidik kepolisian. Dia harus mampu memperlihatkan alasan di balik ketegasan karakter tersebut sekaligus mengolah konflik emosional yang muncul akibat masa lalu.

"Kesulitan aku memerankan seorang Servita, penyidik junior, sebenarnya bukan dari bagaimana cara terlihat tegas. Tapi bagaimana ketegasan Servita ini bisa terlihat mempunyai alasan yang kuat," ungkap Sintya.

Menurutnya, Servita dituntut tetap profesional meski harus kembali bertemu mantan kekasihnya saat menangani sebuah kasus.

"Servita ini mempunyai kelemahan dari proses dia menata emosinya nantinya yang bersinggungan dengan masa lalunya. Itu yang jadi suatu tantangan sih. Dan yang paling aku dalami malah bagaimana cara Servita menata wawasannya, sudut pandangnya, serta keilmuan dalam dunia penyidik," katanya.

Sementara itu, Roy Sungkono mengaku langsung menerima tawaran membintangi serial tersebut karena premis ceritanya yang dinilai berbeda dari serial Indonesia pada umumnya.

Untuk memerankan Rama, Roy menjalani workshop memasak selama 10 hari guna menguasai teknik dasar seorang chef profesional.

"Kita sempat dapat workshop bareng selama 10 hari buat teknik slicing dan cutting-nya. Buat aku yang paling penting itu memperhatikan bagaimana chef ngobrol sama asistennya dan orang sekitar, jadi Rama bisa mengambil keputusan berdasarkan emosionalnya, bukan hanya ada di naskah," ujar Roy.

Selain menguasai teknik memasak, Roy juga harus mendalami sisi emosional Rama yang menyimpan trauma akibat kehilangan ayah dan adiknya.

"Karakter Rama ini dari luar kelihatannya tenang dan cuek, tapi sebenarnya dia menyimpan luka yang sangat dalam. Dua kehilangan ini yang bikin Rama sempat hilang arah. Yang bikin aku paling tertarik justru perjalanan emosi Ramanya, bagaimana dia berusaha berdamai dengan masa lalu sembari menghadapi tantangan di series ini," katanya.

Sebagai informasi, serial original Vision+ My Chef in Crime dijadwalkan tayang secara eksklusif mulai 14 Agustus 2026. Cerita yang memadukan thriller, investigasi, dan dunia kuliner ini menawarkan pendekatan baru dalam mengungkap kasus kriminal melalui teknik memasak, bahan makanan, dan cita rasa sebagai petunjuk forensik.

Topik Menarik