Kebiasaan Bangun Kesiangan Lewat Jam 08.00 Pagi Tingkatkan Risiko Kematian

Kebiasaan Bangun Kesiangan Lewat Jam 08.00 Pagi Tingkatkan Risiko Kematian

Gaya Hidup | inews | Minggu, 6 September 2026 - 00:31
share

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan bangun kesiangan hingga melewati pukul 08.00 pagi ternyata perlu mendapat perhatian. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata, mengungkap penelitian yang menemukan adanya hubungan antara kebiasaan bangun terlalu siang dan peningkatan risiko kematian.

Hal tersebut disampaikan dr Adam melalui utas di akun Threads miliknya. Dia membahas penelitian berjudul Association of sleep timing with all-cause and cardiovascular mortality: the Sleep Heart Health Study and the Osteoporotic Fractures in Men Study yang menganalisis hubungan waktu tidur dengan risiko kematian.

Menurut dr Adam, penelitian tersebut menemukan bahwa bukan hanya tidur terlalu malam yang berkaitan dengan risiko kesehatan, tetapi juga kebiasaan bangun terlalu siang.

"Hasil menarik lainnya adalah kebiasaan bangun telat (di atas jam 08:00) juga meningkatkan risiko kematian hingga 39 persen lebih tinggi," kata dr Adam.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena sebagian orang memiliki kebiasaan menggeser waktu tidur dan bangun, terutama akibat aktivitas pada malam hari. Pola tersebut kemudian membuat seseorang terbiasa tidur lebih lama hingga pagi.

Berkaitan dengan Ritme Sirkadian

dr Adam menjelaskan, waktu tidur dan bangun berkaitan erat dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ritme tersebut membantu mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk siklus tidur dan bangun.

Ketika pola tidur dan bangun terus bergeser, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan kronis. Dalam jangka panjang, berbagai masalah kesehatan tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi.

"Kebiasaan tidur tengah malam ini berhubungan dengan beberapa penyakit kronis, sehingga meningkatkan risiko kematian," ujarnya.

Selain bangun terlalu siang, penelitian yang dibahas dr Adam juga menemukan hubungan antara tidur setelah tengah malam dan peningkatan risiko kematian dari berbagai penyebab.

"Ada penelitian yang menganalisis kebiasaan tidur di Amerika Serikat. Nah ternyata hasilnya menarik, yaitu kebiasaan tidur setelah tengah malam (Jam 00:00) meningkatkan risiko kematian hingga 53 persen lebih tinggi," katanya.

Meski demikian, dr Adam mengingatkan bahwa temuan penelitian tersebut tidak berarti bangun setelah pukul 08.00 secara langsung menyebabkan kematian. Penelitian yang dibahas menunjukkan hubungan atau asosiasi antara pola tidur dan risiko kematian.

“Yang perlu diingat adalah penelitian ini sifatnya asosiasi, bukan penyebab langsung kematian. Namun hasilnya tetap perlu dicermati dan jadi pengingat untuk menjaga pola tidur lebih baik," ujar dr Adam.

Sebab itu, menjaga jadwal tidur dan bangun yang teratur menjadi salah satu hal yang penting untuk mendukung kesehatan. Pola tidur juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas sehari-hari, bukan sekadar mengejar waktu tidur yang lebih lama.

Topik Menarik