Studi: Tidur Lebih Lama saat Akhir Pekan Bikin Jantung Lebih Sehat
JAKARTA - Libur di akhir pekan memang waktunya relaksasi sejenak dari rutinitas. Biasanya sebagian orang memanfaatkan waktu tersebut untuk tidur lebih lama dari biasanya, untuk menebus waktu tidur yang kurang pada hari kerja.
Tenang, kamu tak perlu merasa bersalah karena tidur dengan waktu yang lama. Sebuah studi menunjukkan bahwa tidur satu atau dua jam lebih lama di akhir pekan dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi.
Melansir Aljazeera, para ilmuwan menegaskan bahwa orang-orang harus menjaga waktu tidur dan bangun yang teratur, mempertahankan jadwal tidur yang konsisten sepanjang minggu, termasuk akhir pekan.
Namun, studi baru ini mempertanyakan pandangan tersebut, berdasarkan penelitian terbaru lainnya yang menunjukkan bahwa tidur lebih lama di akhir pekan baik untuk jantung dan kesehatan secara keseluruhan.
Kata Penelitian Terbaru
Temuan tersebut, yang dipresentasikan pada hari Minggu di kongres tahunan European Society of Cardiology di Munich, Jerman, didasarkan pada studi tujuh tahun terhadap 40.727 orang dewasa di Korea Selatan. Mereka adalah orang dewasa dari Survei Kesehatan dan Gizi Nasional Korea, yang diteliti dari tahun 2016 hingga 2023.
Studi terbaru menemukan bahwa tidur yang cukup di akhir pekan setelah seminggu bekerja keras dapat menurunkan angka kejadian tekanan darah tinggi.
Namun, hal ini hanya berlaku jika waktu tidur tambahan dijaga dalam durasi yang moderat, sekitar satu hingga dua jam tidur tambahan dengan peningkatan optimal sekitar satu jam dan 37 menit.
Secara keseluruhan, tidur tambahan di akhir pekan dikaitkan dengan penurunan peluang tekanan darah tinggi sebesar 6 persen. Penurunan ini lebih besar pada orang yang kurang aktif secara fisik, yang mengalami penurunan peluang hipertensi sebesar 6,9 persen.
Studi tersebut menemukan bahwa seseorang yang mendapatkan tambahan tidur satu jam 37 menit di akhir pekan dapat mengurangi peluang hipertensi mereka sebesar 9 persen.
Bassist Pas Band Trisno Dikabarkan Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Komplikasi Penyakit
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per tahun 2024, 1,4 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, yang mencakup 33 persen dari populasi dunia dalam kelompok usia ini.
Penulis studi tersebut, Nawon Lee dari Universitas Korea di Seoul, mengatakan bahwa kurang tidur memberikan tekanan tambahan pada tubuh, memaksa jantung dan pembuluh darah untuk bekerja lebih keras, yang dapat meningkatkan tekanan darah.
Dia menambahkan bahwa orang tidak perlu merasa malas atau bersalah karena tidur sedikit lebih lama di akhir pekan jika mereka tidak cukup tidur selama hari kerja. Tidur lebih lama di akhir pekan bisa jadi cara tubuh untuk memulihkan diri dari kurang tidur tersebut.
Namun, ia mengingatkan bahwa ketika tidur tambahan di akhir pekan menjadi berlebihan, tingkat ketidakteraturan tidur dan gangguan ritme sirkadian dapat meningkat, yang dapat menghilangkan manfaat tersebut.
Penelitian Lain tentang Tidur Lebih Lama saat Akhir Pekan
Pada kongres tahunan European Society of Cardiology tahun 2024 di London, para peneliti mempresentasikan sebuah studi yang melibatkan lebih dari 90.000 individu.
Studi tersebut menemukan bahwa orang yang paling banyak tidur pengganti di akhir pekan memiliki risiko terkena penyakit jantung sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang paling sedikit.
Sejumlah besar penelitian medis modern mendukung adanya hubungan yang kuat antara tidur yang cukup dan kesehatan jantung yang lebih baik.









