5 Tahun Lawan Kanker Stadium 3, Aida Saskia Sempat Dikira Tak Panjang Umur

5 Tahun Lawan Kanker Stadium 3, Aida Saskia Sempat Dikira Tak Panjang Umur

Gaya Hidup | inews | Selasa, 1 September 2026 - 09:05
share

JAKARTA, iNews.id - Pedangdut sekaligus penyintas kanker, Aida Saskia, mengungkapkan perjuangannya melawan kanker stadium 3 grade 3 selama lima tahun. Dalam perjalanan tersebut, Aida sempat mengalami kondisi kritis hingga dikira usianya tidak akan panjang.

Perjuangan Aida menghadapi penyakit tersebut tidak mudah. Dia mengalami komplikasi yang menyerang saraf hingga sempat mengalami stroke dan kesulitan berbicara maupun bergerak.

Pelantun lagu Ayam Jago itu menceritakan kondisi dirinya saat menjalani perawatan di rumah sakit. Saat itu, Aida bahkan tidak mampu beraktivitas dan mengalami gangguan bicara.

"Kondisinya di rumah sakit sampai cadel, sampai enggak bisa bergerak, enggak bisa beraktivitas sama sekali. Sampai terjadi stroke kan kemarin, ngomong aja udah cadel terus sampai ngeracau karena sarafnya udah terganggu," ujar Aida Saskia saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Tidak berhenti di situ, Aida juga mengalami gangguan pada otak. Dokter menemukan adanya cairan di otaknya yang membuat kondisi kesehatannya semakin mengkhawatirkan.

"Sampai ada cairan di otak. Terus tiba-tiba yang sudah disangka-sangka tidak ada umur, tiba-tiba sekarang bisa pulih lagi kayak gini," kata Aida.

Kini, kondisi Aida perlahan membaik. Dia sudah bisa kembali beraktivitas, meski masih harus menjalani pengobatan rutin untuk menjaga kondisi tubuhnya.

Aida mengungkapkan dokter meminta dirinya untuk tetap menjalani pengobatan hingga beberapa tahun ke depan. Dia juga tidak diperbolehkan menghentikan pengobatan secara sembarangan.

"Masih tetap harus setiap bulan sampai 7 tahun ke depan kata dokter minimal harus tetap berobat ya, enggak boleh putus obat. Ada suntik Zoladex sampai 5 tahun ke depan, untuk Tamofen juga sampai 7 tahun," kata Aida.

Selain pengobatan medis, Aida menyadari kesehatan mental juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan. Dia berusaha menjaga dirinya tetap bahagia dan tidak larut dalam pikiran negatif.

Menurut Aida, kondisi mental yang tidak baik dapat berdampak terhadap imunitas tubuh. Karena itu, dia berusaha menjadikan kebahagiaan sebagai salah satu hal utama dalam menjalani kehidupannya.

"Mental itu hal yang terpenting ya. Kebahagiaan itu, happy itu harus nomor pertama gitu loh. Karena kalau misalkan kita galau, memikirkan sesuatu hal yang tidak sebaiknya dipikirkan, itu mempengaruhi imun juga, jadi cepat drop," ujar Aida.

Setelah melewati perjuangan panjang selama lima tahun, Aida kini bersyukur bisa kembali beraktivitas. Meski masih harus menjalani pengobatan, dia memilih untuk tetap berpikir positif dan menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Topik Menarik