Festival Hari Anak Nasional 2026 di Jaksel Meriah, 274 Pelajar Tampilkan Budaya Nusantara
Festival Hari Anak Nasional 2026 yang digelar Lembaga Komite Sekolah Nasional (LKSN) DPC Jakarta Selatan berlangsung meriah di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi ratusan siswa untuk menunjukkan bakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia melalui berbagai perlombaan.
Ketua LKSN DPC Jakarta Selatan Liya Kusdaliyah mengatakan festival tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri.
Baca juga: Peringati HAN 2026, Perhutani Salurkan Peralatan Sekolah untuk TK di Bumijawa
“Festival Hari Anak Nasional kami selenggarakan sebagai bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan ruang bagi bakat, kreativitas serta rasa percaya diri. Kami meyakini setiap anak memiliki potensi luar biasa dan sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan kesempatan agar potensi tersebut tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Liya pada Sabtu (1/8/2026) dalam sambutannya.
Bassist Pas Band Trisno Dikabarkan Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Komplikasi Penyakit
Menurutnya, Festival Hari Anak Nasional tahun ini diisi tiga cabang perlombaan. Di antaranya Tari Tradisional Betawi, Hadroh dan Marawis, serta Fashion Show Busana Tradisional Nusantara.Baca juga: Merayakan Hari Anak Nasional lewat Ruang Aman dan Bahagia di Bintaro
Lomba diikuti sebanyak 274 peserta yang berasal dari 26 sekolah dasar (SD) dan 22 sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Jakarta Selatan. Liya menjelaskan, festival tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menanamkan nilai budaya, karakter, dan sportivitas kepada anak-anak sejak dini.
“Melalui lomba kreasi Tari Tradisional Betawi, Marawis serta Fashion Show busana tradisional Nusantara ini, kami tidak hanya ingin menghadirkan sebuah kompetisi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya, karakter, serta sportivitas agar tumbuh kecintaan anak-anak kita kepada budaya nasional,” katanya.
Menurutnya di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, festival juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat dalam membentuk karakter anak.
“Kami percaya pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman, apresiasi, dan kesempatan anak untuk berkarya,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Liya memberikan semangat kepada seluruh peserta yang tampil dalam festival tersebut.
“Hari ini kalian semua adalah pemenang yang sesungguhnya. Tunjukkan kemampuan kalian, tampil maksimal, dan jadilah yang terbaik dari diri kalian sendiri,” pungkasnya.










