Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis Angkat Hubungan Ibu dan Anak, Lagu Sheila On 7 Jadi Penguat Emosi
JAKARTA, iNews.id - Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis menghadirkan kisah emosional tentang hubungan ibu dan anak yang penuh dinamika. Menariknya, deretan lagu legendaris Sheila On 7 menjadi jembatan untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata.
Produser sekaligus sutradara Ferly Halim mengatakan, film ini terinspirasi dari realitas yang banyak terjadi di keluarga Indonesia. Menurut dia, konflik antara orang tua dan anak lebih sering dipicu kesalahpahaman dalam berkomunikasi, bukan karena kurangnya rasa sayang.
"Menurut saya, hubungan ibu dan anak sering kali dipenuhi kesalahpahaman bukan karena mereka tidak saling mencintai, tetapi karena cara berkomunikasi yang berbeda," ujar Ferly Halim di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Melalui film tersebut, Ferly ingin mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dalam mengungkapkan kasih sayang kepada orang tua. Dia berharap pesan itu dapat diterima penonton melalui kisah yang disajikan.
"Saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan," katanya.
Selain menghadirkan cerita yang menyentuh, film ini juga memberikan tantangan tersendiri bagi para pemainnya. Didi Riyadi mengaku harus keluar dari zona nyaman karena dituntut menggunakan logat Jawa selama proses syuting.
"Mungkin ini pertama kali saya dengan logat dan aksen Jawa, medok gitu. Saya kan kalau bicara sehari-hari logatnya seperti yang kalian dengar. Nah, di sini jadi orang Jawa, tapi agak campur," ujarnya.
Sementara itu, Ari Irham merasakan tekanan saat harus membawakan lagu-lagu Sheila On 7 yang sudah sangat melekat di hati masyarakat. Menurut dia, tantangan terbesar bukan menyanyikan lagu tema film, melainkan membawakan karya band legendaris tersebut.
"Pressure-nya itu bukan bawain OST filmnya, tapi masalahnya ini bawain lagu Sheila On 7. Kita bawain lagu yang orang sudah tahu. Itu lumayan cukup beban buat saya karena saya juga bukan vokalis, saya bukan Duta," ucapnya.
Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis memadukan unsur drama keluarga, coming-of-age, dan musik dengan latar Kota Semarang. Ceritanya mengikuti perjalanan Dika, seorang remaja yang merasa tak pernah cukup di mata sang ibu, Dini.
Dini digambarkan sebagai ibu tunggal yang masih berjuang pulih dari trauma masa lalu. Perbedaan cara pandang membuat hubungan keduanya semakin renggang hingga Dika menemukan pelarian melalui musik bersama teman-temannya.
Musik kemudian menjadi jembatan yang perlahan menyatukan kembali hubungan ibu dan anak. Penonton akan diajak bernostalgia lewat lagu-lagu hits Sheila On 7, seperti Dan, Kita, dan Hujan Turun, yang memperkuat emosi di setiap adegan.
Selain lagu-lagu tersebut, film ini juga menghadirkan dua lagu orisinal berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Sahabat yang dibawakan Keisha Alvaro bersama Sand Band.
Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026 ini dibintangi Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, Annisa Kayla, Askara Halim, Sandy Andarusman, dan Didi Riyadi.









