Cara Sederhana Hilangkan Perut Begah dan Susah Bersendawa Setelah Makan
PERUT terasa begah, penuh, dan sulit bersendawa setelah makan sering kali membuat aktivitas menjadi tidak nyaman. Kondisi ini umumnya dipicu oleh penumpukan gas di saluran pencernaan, kebiasaan makan terlalu cepat, atau konsumsi makanan tertentu.
Kabar baiknya, keluhan tersebut dapat diredakan dengan beberapa langkah sederhana. Dokter menyarankan perubahan kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu mengurangi rasa begah sekaligus memperlancar pengeluaran gas secara alami.
1. Hilangkan Perut Begah dan Susah Bersendawa Setelah Makan
Dokter sekaligus influencer, dr. Cecep Hermawan dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan satu tips sederhana yang bisa membuang begah di perut. Menurutnya, tips tersebut lebih baik daripada kamu memaksa menekan atau menepuk perut.
Richard Lee Ditahan Kejati, Dokter Detektif: Bukti Sudah Lengkap dan Siap Diuji di Pengadilan
Tips tersebut dinamai dengan teknik gravitasi dan pernapasan perut. Cara melakukan teknik ini cukup sederhana. Hanya dengan merebahkan badan ke sisi kiri lalu menarik lutut sebelah kanan hingga bisa dipeluk oleh kita. Kemudian tarik napas selama 4 detik dan keluarkan lewat mulut selam senam detik.
“Rebahan miring ke sisi kiri, tarik & peluk lutut kanan, tarik napas empat detik (perut ngembung), buang lewat mulut enam detik perut kempes. Lakuin secara rileks tiga sampai lima menit,” tulis dr. Cecep.
2. Teknik Efektif
dr. Cecep menjelaskan, teknik tersebut bisa efektif membuang rasa begah karena jalur akhir usus besar yang ada di sebelah kiri. Saat kita memiringkan tubuh, gas yang berada di perut akan langsung keluar.
“Nah, tarikan napas perut yang pelan bakal ngaktifin saraf Vagus (mode istirahat tubuh). Efeknya, usus yang kaku jadi rileks, dan perut yang kembang-kempis ngasih pijatan alami buat mompa angin keluar,” jelas dia.
Selain tips di atas, dr. Cecep juga membagikan beberapa saran lainnya agar perut tidak merasa begah. Salah satunya dengan berhenti mengonsumsi udara kosong atau Aerofagia.
“Makan buru-buru, sering pakai sedotan, atau ngunyah permen karet tuh bikin kita tanpa sadar nelen banyak udara kosong. Anginnya jadi gampang numpuk di lambung,” ucap dr. Cecep.
Selain itu, kamu juga disarankan agar tidak langsung merebahkan diri atau tertidur saat baru selesai makan. dr. Cecep menyarankan menunggu sistem pencernaan mengolah apa yang kamu makan. Dalam kondisi tersebut, kamu bisa membantu sistem pencernaan dengan melakukan aktivitas seperti jalan santai selama 10 hingga 15 menit.
“Kenyang makan jangan langsung rebahan. Jalan santai 10-15 menit aja udah cukup bantu gerak usus (peristaltik) buat mompa gas secara alami,” tambah dia.
Terakhir, dr. Cecep menekankan bahwa kamu harus mengurangi bahkan kalau bisa berhenti mengonsumsi makanan yang bisa menimbulkan gas di perut.
“Kurangin dulu makan kol, kubis, atau kacang-kacangan kalau perut lagi sensitif. Makanan ini gampang difermentasi sama bakteri usus dan ngasilin gas berlebih,” pungkas dr. Cecep.








