Apakah Autoimun Bisa Dicegah? Ini 4 Kebiasaan yang Bisa Turunkan Risikonya

Apakah Autoimun Bisa Dicegah? Ini 4 Kebiasaan yang Bisa Turunkan Risikonya

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 9 Juli 2026 - 10:05
share

APAKAH penyakit autoimun bisa dicegah? Pertanyaan ini mungkin terus terngiang karena ternyata autoimun tidak bisa dicegah sepenuhnya.

Apalagi, jika autoimun dipengaruhi faktor genetik dan hormon. Namun, ternyata beberapa kebiasaan sehari-hari dapat membantu menurunkan risiko sekaligus mencegah kondisi berkembang menjadi lebih parah.

1. Autoimun Bisa Dicegah?

Akun X @MakanOrigin membagikan edukasi mengenai penyakit autoimun yang kini semakin banyak dialami perempuan. Menurut unggahan tersebut, tidak ada cara yang dapat menjamin seseorang terbebas 100 persen dari autoimun.

Pasalnya, penyakit ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormon yang tidak bisa dikendalikan. Meski demikian, risiko munculnya autoimun tetap bisa ditekan melalui pola hidup sehat dan deteksi dini.

2. 4 Kebiasaan untuk Turunkan Risiko Autoimun

Setidaknya, ada 4 cara yang bisa turunkan risiko autoimun. Cara ini juga merupakan hal-hal yang kerap dilakukan sejumlah orang dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, ada tidur cukup dan kelola stress. Tidur berkualitas dan manajemen stres menjadi salah satu langkah paling penting. Stres kronis dan kebiasaan begadang dapat membuat sistem imun menjadi tidak seimbang sehingga lebih mudah bereaksi berlebihan.

Disarankan untuk tidur 7-9 jam setiap malam. Kamu juga perlu meluangkan waktu untuk me time dan melakukan aktivitas seperti olahraga hingga berbincang dengan orang yang dipercaya.

Kedua, terapkan pola makan sehat. Pola makan juga berperan dalam mengurangi peradangan kronis di dalam tubuh. Beberapa hal yang dianjurkan di antaranya, mengurangi rokok dan paparan asap rokok, membatasi konsumsi alkohol, mengurangi makanan ultra-proses dan tinggi gula, hingga perbanyak konsumsi sayur dan buah.

Ketiga, lakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Deteksi dini dinilai penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tertentu.

 

Pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan apabila memiliki riwayat autoimun dalam keluarga atau mulai mengalami gejala. Di antaranya, kelelahan ekstrem tanpa penyebab yang jelas, nyeri atau kaku pada sendi, ruam yang tidak biasa, dan keluhan yang muncul berulang.

Deteksi sejak awal membuat pasien dapat memperoleh terapi dan mengatur pola hidup lebih cepat sebelum penyakit memengaruhi organ tubuh.

Keempat, hindari self diagnosis dan konsumsi obat sembarangan. Masyarakat juga diingatkan agar tidak asal mendiagnosis diri sendiri maupun mengonsumsi suplemen atau herbal tanpa rekomendasi tenaga medis. Sebagai gantinya, masyarakat disarankan mencari informasi dari sumber medis yang kredibel.

Selain itu disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, reumatologi, atau imunologi apabila mengalami gejala yang mengarah ke autoimun.

Topik Menarik