NewJeans Kembali Terseret Kasus Plagiarisme, Lagu ETA Digugat di Amerika Serikat
Grup K-pop NewJeans kembali diterpa isu plagiarisme. Kali ini, mereka digugat di Amerika Serikat atas lagu hit "ETA" yang diduga melanggar hak cipta.
Berdasarkan laporan yang beredar, perusahaan manajemen hak cipta asal Amerika Serikat, All Surface Publishing, mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California pada 7 Juli.
Menurut dokumen gugatan yang diperoleh Dispatch, sejumlah pihak turut menjadi tergugat. Selain NewJeans, gugatan juga ditujukan kepada produser "250", penulis lirik "Beenzino (Lim Sung-bin)", HYBE, ADOR, BANA (Beasts And Natives Alike), hingga Apple yang menggunakan lagu "ETA" dalam kampanye iklannya.
Baca Juga : ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
Sebagai informasi, NewJeans merilis mini album "Get Up" pada Juli 2023. Album tersebut sukses mengantarkan grup ini menduduki peringkat pertama Billboard 200 hanya sekitar satu tahun setelah debut. Sementara itu, lagu ETA juga berhasil menembus tangga lagu Billboard Hot 100.Dalam gugatan tersebut, All Surface Publishing menuduh lagu ETA menjiplak komposisi berjudul Samir's Theme, yang hak penerbitannya dimiliki perusahaan tersebut.
Samir's Theme merupakan karya produser musik klub asal Baltimore, DJ Debonair Samir, yang pertama kali dirilis pada 2005.
Pihak penggugat menilai ETA menggunakan sejumlah elemen khas dari lagu tersebut tanpa izin. Mulai dari melodi terompet yang dibangun dengan pola sinkopasi, struktur ritmis berbasis not seperenam belas, hingga pola drum bass yang disebut memiliki kemiripan mencolok.
Mereka juga berpendapat bahwa kesamaan antara kedua lagu tidak hanya terlihat dari sisi melodi, tetapi juga ritme dan komposisi secara keseluruhan. Menurut mereka, Samir's Themetelah beredar secara luas di berbagai negara sehingga para tergugat dinilai memiliki akses terhadap karya tersebut. Karena itu, tingkat kemiripan yang ditemukan dianggap terlalu signifikan untuk disebut sebagai kebetulan atau hasil kreasi yang berdiri sendiri.
Baca Juga : Minji Dikabarkan Kembali ke NewJeans, Ini Respons ADORMelalui gugatan ini, All Surface Publishing meminta pengadilan mengeluarkan perintah permanen untuk menghentikan dugaan pelanggaran hak cipta. Mereka juga menuntut pengembalian seluruh keuntungan yang diperoleh para tergugat, pembayaran ganti rugi, serta kompensasi berdasarkan undang-undang yang nilainya dapat mencapai USD150.000 untuk setiap karya apabila pelanggaran disengaja terbukti di pengadilan.
Menanggapi gugatan tersebut, pihak NewJeans menyatakan masih melakukan peninjauan internal.
"Lagu yang dimaksud diperoleh melalui BANA, yang dipilih oleh CEO saat itu, Min Hee-jin. Kami saat ini sedang meninjau dokumen internal untuk memastikan apakah proses pemeriksaan dan verifikasi terkait kemiripan karya telah dilakukan sebagaimana mestinya pada saat itu," ujar perwakilan NewJeans kepada Dispatch.
Ini bukan kali pertama NewJeans menghadapi tuduhan serupa. Sebelumnya, lagu How Sweet juga menjadi objek gugatan plagiarisme. Baik ETA maupun How Sweet sama-sama diproduseri oleh mantan CEO ADOR, Min Hee-jin, yang sebelumnya juga meraih penghargaan 'Produser Terbaik' di Golden Disc Awards berkat kontribusinya dalam album "Get Up".









